MAKASSAR,BKM.COM–BARZANJI adalah doa-doa, pujian-pujian dan penceritaan riwayat Nabi Muhammad Saw yang dilafalkan dengan suatu irama atau nada yang biasa dilantunkan ketika ada hajatan yang dihelat, seperti kelahiran, khitanan, pernikahan dan maulid. Warga yang bermukim di Jalan Pampang IV dan V terus melestarikan dan mempertahankannya.
LANTUNAN suara orang dewasa, remaja dan anak-anak dengan irama yang khas terdengar. Sesekali hanya satu orang yang bersuara menggunakan bahasa Arab, lalu kemudian disambut oleh yang lainnya. Kalimatnya saling bersambung. Mereka tengah melantunkan barzanji di sebuah rumah warga yang menggelar hajatan akikah, Minggu (25/2).
”Sejarah tentang barzanji ada di Pampang ini. Kebaradaan kitab sastra ini masih dipelihara oleh warga di sini,” ujar Lacapila, memulai pengantar untuk sesi konten Carita To Riolo.
Disebutkan, ada beberapa daerah di Makassar yang dulunya sering melaksanakan barzanji, namun sekarang tidak lagi. Hal itu dikarenakan orang-orang yang biasa dan bisa melakukannya sudah meniggal dunia tanpa ada kaderisasi.
Di Pampang ada kader serta kelompok yang sangat memelihara tradisi barzanji. Mereka bisa melantunkannya bila ada acara syukuran. Kelompok ini terdiri dari beberapa orang. Diantaranya H Ambo, H Sapri, Dg Ngalle, Jumain, H Tiro dan Nandar.
”Dulu kalau menyebut nama Pampang orang takut. Daerah ini memang sangat istimewa. Dua kali disebut meletuski,” ungkap Lacapila dengan nada guyon, merujuk pada dua kata, yaitu Pam dan Pang yang menyerupai bunyi letusan.
Kelompok H Ambo dan rekannya kerap dipanggil oleh orang-orang yang memiliki hajatan. Menurut H Ambo, tak ada perbedaan mencolok antara barzanji di Pampang dengan di daerah lain.
”Kalau di wilayah Pampang ini yang membedakan hanya langgam dan zikirnya. Kalau yang lainnya tidak ada perbedaan. Sama saja dengan barzanji yang ada di Kampung Baddoka, Limbangan, dan Kampung Pabbatangan,” terang H Ambo.
Barzanji yang ada di Pampang IV dan V, tambah H Ambo, ada banyak salawat di dalamnya. Berdasarkan di dalam kitab barzanji yang tertulis;
innallaha wamalaikatahu yusholluna alannabi, yang artinya; Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bersalawat untuk nabi.
”Sampai sekarang barzanji masih biasa dipakai, seperti saat mau bangun rumah atau mau masuk rumah.Karena barzanji itu berisi puja-pujaan dengan salawat,” imbuh H Ambo, sembari berdiri untuk barzanji bersama kelompoknya. Nada dan suara khas mereka pun terdengar. (jar)
