MAKASSAR, BKM — Dinas Perumahan dan Permukiman Kota Makassar berkomitmen mendukung program Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan Pomanto yang fokus pada pembangunan berkelanjutan ramah lingkungan menuju Makassar low karbon.
Ada beberapa program yang rencananya dilaksanakan tahun 2024 sekaitan dengan upaya menjadikan Makassar rendah karbon.
Salah satunya adalah Disperkim akan memasang solar energi atau solar panel menggunakan sinar matahari di seluruh rusunawa yang ada di Kota Makassar.
Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman Makassar, Mahyuddin,
dalam Rapat Koordinasi Khusus (Rakorsus), Senin (26/2) menerangkan ada tiga rusunawa yang dikelola oleh Pemkot Makassar. Diantaranya rusunawa Panambungan, Lette, dan Daya.
“Kami rencana akan memasang solar Cell di tiga rusunawa tersebut. Selain bisa mengurangi tagihan listrik warga rusunawa, juga akan membantu masyarakat berpenghasilan rendah yang bermukim di sana melakukan penghematan,” ungkap Mahyuddin.
Dia berharap dengan pemasangan solar cell tersebut, Dinas Perumahan dan Permukiman bisa ambil bagian dalam memaksimalkan penerapan green building di Kota Makassar.
Program lain yang akan dilaksanakan adalah setiap perumahan membuat ruang terbuka hijau (RTH) privat. Dimana setiap satu rumah yang dibangun, wajib untuk menanam satu pohon dalam RTH privat tersebut.
Lebih jauh dikemukakan, ke depan, Dinas Perumahan dan Permukiman juga mengambil langkah percepatan pengambilalihan prasarana, sarana, dan utilitas (PSU) perumahan untuk menjadi aset Pemkot Makassar.
Mahyuddin mengatakan penyerahan PSU dari developer perumahan ke Pemkot Makassar setiap tahunnya mengalami peningkatan.
Jika tahun 2022, jumlah PSU yang diserahkan sebanyak 27, di tahun 2023 mencapai 61 PSU.
“Kita akan melakukan percepatan penyerahan PSU dari developer ke Pemkot Makassar. Tahun 2023 sebanyak 61 PSU berhasil diambil-alih. Total PSU yang sudah diserahkan seluas 139,6 hektare dengan total nilai aset sebanyak Rp4,331 triliun,” tandas Mahyuddin. (rhm)
