MAKASSAR, BKM — Pemerintah Kota Makassar akan mengerjakan tiga proyek yang menelan anggaran ratusan miliar tahun ini. Masing-masing pengadaan panel surya atau Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di sekolah-sekolah dan gedung perkantoran, penataan kabel-kabel ke bawah tanah (ducting sharing), dan pembangunan infrastruktur jalan pendukung di kawasan stadion yang akan dibangun oleh pemerintah pusat.
Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan Pomanto mengestimasi, anggaran yang dibutuhkan untuk pengadaan panel surya sekitar Rp200 miliar. Sementara untuk ducting sharing Rp400 miliar, dan infrastruktur jalan di kawasan stadion sekitar Rp200 miliar. Anggaran pelaksanaan ketiga proyek tersebut dialokasikan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2024.
Khusus proyek panel surya dan infrastruktur jalan stadion, akan menggunakan sisa lebih penggunaan anggaran (Silpa) dari proyek Makassar Cor City Arena (Macca) dan Sirkuit Internasional Untia yang batal direalisasikan. Sementara untuk ducting sharing, pos anggarannya akan diambil dari Dinas Pekerjaan Umum.
Untuk proyek panel surya, saat ini Dinas Pendidikan Kota Makassar mulai melakukan survei untuk menentukan titik-titik lokasi pemasangan. Selain itu, juga sudah dilakukan uji coba pemasangan di SMPN 6 Makassar.
Pemasangan panel surya di sekolah-sekolah dan gedung perkantoran milik Pemkot Makassar merupakan bagian dari komitmen yang menjadikan Makassar sebagai kota ramah lingkungan dan low carbon. Sementara untuk proyek ducting sharing, Danny mengaku memang butuh penataan kabel-kabel yang saat ini terpasang cukup semrawut.
Selain menjadikan wajah kota lebih rapi, ducting sharing juga bisa mendatangkan pundi-pundi bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD). “Kita juga akan porsir ke situ. Anggaran yang dibutuhkan memang cukup besar. Tapi selain tata kota jadi lebih baik, kita juga bisa dapat PAD dari situ,” jelas Danny.
Sementara untuk proyek infrastruktur jalan di kawasan stadion, orang nomor satu Makassar itu sudah sepakat dengan Pemprov Sulsel, Pemkot yang akan mempersiapkannya. “Kita bersyukur karena Bapak Presiden punya perhatian begitu besar bagi daerah ini. Beliau sudah memutuskan akan membangun stadion di sini. Anggarannya dari pemerintah pusat, lahan disiapkan pemerintah provinsi. Pemkot Makassar rencananya akan membangunkan infrastruktur jalan di kawasan stadion,” terang Danny.
Selain tiga proyek di atas yang rencananya akan dilaksanakan tahun ini, Danny juga mengatakan, ada beberapa program strategis yang bakal dilaksanakan ke depan dengan keterlibatan pemerintah pusat. Selain pembangunan stadion yang berskala internasional, ada juga rencana pembangunan eks Pelabuhan Soekarno-Hatta menjadi city center. Juga kelanjutan proyek Mamminasata dan memperkuat peran Pelabuhan Makassar New Port (MNP).
“Positioning Makassar sangat strategis di tengah Indonesia, Center Poin of Indonesia. Ceritanya kalau Makassar disentuh itu akan menyentuh seluruh Indonesia Timur, bahkan seluruh Indonesia karena Makassar itu pusatnya,” kata Danny Pomanto.
Lanjut Danny Pomanto, Makassar dalam peran sejarah juga sangat kuat. Bahkan secara strategis nasional Makassar adalah kota besar yang paling dekat dengan Ibu Kota Nusantara (IKN). “Kalau tahun ini orang akan pindah ke IKN, terus suplai pangan dan makanannya dari Makassar. Apalagi Sulsel provinsi penghasil, sehingga Kota Makassar dengan segala infrastruktur yang paling lengkap Makassar siap membackup operasional IKN,” tuturnya
Selain itu, Kota Maksssar terus membuka peluang investasi bagi calon investor. Saat ini, Makassar menawarkan Revitalisasi Pantai Losari untuk dijadikan Waterfront City Kelas Dunia. Terlebih baru-baru ini Danny telah melaunching Festival Tepian Air yang terintegrasi dengan branding Makassar Kota Makan Enak. Sehingga tahun ini Pemkot Makassar akan menyulap Losari menjadi kawasan kuliner 24 jam.
“Kami sedang menawarkan Revitalisasi Pantai Losari mirip dengan Marina Bay di Singapura dan dikombinasikan dengan Harbourfront di Sydney, waterfront terkemuka di dunia,” ucap Danny Pomanto.
Sebelumnya, Pj Gubernur Sulsel Bahtiar Baharuddin mengatakan Makassar sebagai gerbang dan pusat perdagangan di Indonesia Timur. Sudah sepantasnya jika sarana, prasarana serta infrastruktur di ibu kota Sulsel tersebut harus lengkap. Selain itu, Makassar harus terkoneksi baik dengan daerah lain di Sulsel, terutama dengan daerah yang masuk dalam kawasan Mamminasata.
Diapun mengakui akan rencana pemerintah pusat yang aman menghadirkan city centre di kawasan eks pelabuhan lama. “Kami terus terang surprise sekali Kami intinya sebagai pemerintah daerah akan mendukung sepenuhnya,” tandasnya. (rhm)
