Site icon Berita Kota Makassar

Surya: Kita Berharap PSI Bisa Lewati Ambang Batas

MAKASSAR, BKM–Ketua Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Provinsi Sulawesi Selatan Muhammad Surya mengaku kaget melihat perolehan suara PSI masih di angka 3 koma sekian persen. Harusnya kata dia, sudah di angka 4 persen.
Sebab kata dia, target dan survei internalnya sudah melewati ambang batas parlemen.
“Mestinya sekarang sudah melewati 4 persen. Lalu kenapa baru 3,13 persen tiba-tiba, apa yang salah dengan hitungan itu, yang salah cara kita berpikir barangkali. Kita tunggu saja hasil resmi dari KPU, kita berharap bisa melewati ambang batas itu,” ungkap Surya, Minggu (3/3) malam.
Menurutnya, kenaikan suara yang signifikan itu adalah hal yang wajar. Karena Ketua Umum PSI, Kaesang Pangarep berkeliling Indonesia saat masa kampanye. Bahkan kata dia, dalam satu Dapil Kaesang tak hanya sekali berkunjung.

“Kalau kita lihat apa yang dikerjakan oleh Ketum PSI selama ini, itu kan luar biasa. Mungkin tidak dilakukan oleh Ketua sebelumnya, hampir semua Dapil itu didatangi lebih dari sekali, kalau kita lihat antusiasme orang atau masyarakat, sambutannya kan luar biasa,” tutur Caleg DPR RI Dapil Sulsel I itu.
“Di mana saja. Kita kasih contoh di Sulsel, 2 kali mas Kaesang datang ke Sulsel. Kita optimis dong, malah kami kecewa kalau kita gak lolos, karena survei diawal itu kita jauh di atas 4 (persen). Justru kami kecewa kalau tidak sampai ambang batas. Kita kaget, kenapa baru 3,11 persen,”jelas Surya.

Menurut real count KPU per 4 Maret 2024, suara partai yang dipimpin anak bungsu Presiden Jokowi ini sudah di angka 3,13 persen atau dengan total suara 2.404.199.
Adapun lonjakan suara PSI mulai terjadi dari hanya 2,86 persen atau 2.171.907 suara pada Kamis 29 Februari 2024, pukul 11.00 Wita menjadi 3,13 persen atau 2.402.268 suara pada Sabtu 2 Maret, pukul 16.00 Wita.
Dalam jangka waktu yang sama, hasil tempat pemungutan suara (TPS) yang dilaporkan di situs real count KPU bertambah dari 539.084 menjadi 541.324 TPS. Terdapat tambahan data dari 2.240 TPS. Dari data tersebut, bisa diasumsikan PSI mendapatkan tambahan 203.361 suara dari 2.240 TPS. Data itu memiliki selisih cukup jauh dengan hasil hitung cepat sejumlah lembaga survei.
Pengamat politik, Prof Sukri Tamma, melihat proses perhitungan masuh berlangsung. “Barangkali baru masuk laporan perhitungan suara dari daerah ke pusat. Kan belum selesai perhitungan kan, jadi memang sangat mungkin ada perubahan, bukan hanya PSI, partai lain juga bisa ada perubahan. Pengalaman Kaesang kan baru kemarin sore itu, baru kemarin masuk politik tiba-tiba mengambil alih kursi Ketua, juga dari sisi popularitas politik, bukan popularitas sebagai anak presiden ya, kan tidak besar. Sehingga ketika PSI begitu, tidak mungkin tidak karena Jokowi. Nah untuk Jokowi efek bagi perolehan suara PSI saya menduganya itu akan lebih besar, kenapa? Karena PSI kan jualan Jokowi ya. Di semua iklannya kan disebutkan, PSI ini kan partainya Jokowi gitu. Kalau suaranya hanya begini, saya kira Jokowi efek ada tapi tidak terlalu,” tuturnya. (jun/rif)

Exit mobile version