Site icon Berita Kota Makassar

Pj Bupati: Kenapa Harga Beras Mahal

WAJO, BKM — Pemkab Wajo melakukan percepatan penanganan inflasi dengan mengadakan rapat koordinasi dengan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Wajo dan Perum BULOG bersama mitra, Senin (4/3). Pj Bupati Wajo Andi Bataralifu memimpin rapat pengendalian inflasi bersama BULOG, BPS dan mitra di Kantor Perum BULOG Kabupaten Wajo.

Kepala Bulog Kabupaten Wajo Melqi, menyampaikan pada rapat ini mengundang semua mitra yang menjual beras di pasaran. “Harga di Wajo benar-benar tinggi , dan hari ini atas seijin PJ. Bupati Wajo, kita diundang rapat koordinasi, diketahui Wajo masuk 5,48 persen inflasi dan itu sangat tinggi, maka kami siap menindaklanjuti apa yang menjadi arahan Pj. Bupati Wajo,” tutur Melqi.

Sementara Pj Bupati Wajo Andi Bataralifu mengucapkan terima kasih atas kehadiran semua pihak dalam rapat koordinasi penanganan inflasi, atas inisiasi bersama. Andi Batara kembali mengingatkan, saling menjaga dan merefres untuk menurunkan angka inflasi.
“Menurut data BPS, panen di Wajo pada tahun 2023 ada kurang lebih 366.000 ton, jumlah warga Wajo ada empat ratus ribu jiwa, berarti ada 400 ribu jiwa yang konsumsi beras, jadi ditambahkan dari Bulog kurang lebih 700 ton dalam gerakan pangan murah, berarti hampir seribu ton beras ada di Wajo,” ucapnya
Jumlah warga 400 ribu jiwa dan menurut data BPS tingkat konsumsi rata-rata menghabiskan 2.500 ton per bulan. BPS menggelontorkan beras 300 ton per bulan, total dari bulan Januari-Februari 700 ton, konsumsi 2.500 ton. Tersedia 700 ton ditambah hasil panen tahun 2023 366.000 ton, itu lumayan banyak dan lebih dari mencukupi jika mau dikonsumsi.

“Saya pertanyakan kenapa beras masih mahal sedangkan beras kita melimpah, letak kesalahan dimana,”tanya Andi Bataralifu
“Pasti ada yang salah kalau kita berpikiran buruk apa ada permainan, atau dijual keluar daerah. Melalui pertemuan ini untuk tetap pada komitmen. Untuk mitra Bulog, siapa tau ada masalah ada yang menimbun mohon dilaporkan cepat. Saya mau minta bantuan kepada Camat Tempe, Lurah di Kecamatan Tempe untuk turut serta memonitor, memantau dan melaporkan perkembangan harga beras di pasaran. Melalui ini kita mengavaluasi mitra BULOG apa ada yang kurang atau lebih dan menjadi catatan bersama, saya serahkan kepada Bu Sekda, Kabulog, TPID untuk melakukan evaluasi,”harap Andi Bataralifu. (rls)

Exit mobile version