MAKASSAR, BKM — Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kota Makassar menyebutkan bahwa curah hujan di bulan Ramadan diperkirakan berada pada intensitas ringan hingga sedang. Saat ini sebagian besar wilayah Sulsel sudah melewati puncak musim hujan, dan menuju ke pancaroba atau transisi ke musim kemarau.
Farid Mufti dari BMKG Makassar menjelaskan, situasi cuaca sangat dinamis saat ini. Seperti di wilayah Kota Makassar yang curah hujannya cenderung berubah-ubah.
”Curah hujan yang kadang-kadang berada dalam intesitas tinggi masih berpeluang terjadi akibat kondisi atmosfer yang cenderung berubah-ubah dalam masa peralihan musim. Hujan tersebut umumnya terjadi hanya dalam waktu singkat dan tidak merata di semua tempat. Untuk wilayah yang mengalami intesitas hujan ringan hingga sedang berada di sebelah barat dan utara,” jela Farid Mufti.
Adapun penjelasan rinci mengenai curah hujan di berbagai wilayah di Sulawesi Selatan, yakni kota Makassar, Pangkep, Gowa, Takalar, Sinjai, Luwu Utara, Luwu timur, Toraja Utara, Palopo memiliki tingkatan curah hujan di angka 101 sampai 150 yang dikategorikan berada pada tingkat intensitas menengah. Sedangkan untuk wilayah Enrekang, Sidenreng, Rappang, Pare-pare,wajo, Pinrang, Enrekang, Soppeng berada pada tingkatan curah hujan di angka 11 sampai 20 yang dikategorikan berada pada intensitas rendah/ringan.
Meski pada bulan Ramadan ini intensitas hujan berada pada kategori menengah hingga ringan, BMKG tetap memberi imbauan ke wilayah yang rawan terkena banjir seperti Luwu Utara, Maros, dan Gowa. BMKG meminta untuk lebih mewaspadai adanya bencana hidrometeorologi seperti banjir dan longsor seperti yang belum lama ini terjadi di wilayah Luwu.
Terkait kejadian tersebut, BMKG juga memberikan penjelasan mengenai analisis meteorologisnya melalui Agusmin yang merupakan Prakirawan BMKG Makassar. Peristiwa tanah longsor di daerah terseut disebabkan oleh kondisi curah hujan berada pada rentang curah hujan intensitas sedang hingga lebat yang berlangsung cukup intens terjadi dengan durasi yang lama.
Untuk itu, masyarakat diminta untuk tetap waspada, terutama dampak dari curah hujan yang terjadi berupa bencana hidrometeorologis. Apalagi saat ini masih berada pada musim penghujan, di mana potensi bencana hidrometeorologisnyanya masih dapat terjadi. (yus)
