Site icon Berita Kota Makassar

Pemerintahan Peduli Pertanian

SETELAH kontestasi politik tahun 2024 selesai, tentunya banyak hal yang kemudian harus dibenahi oleh pemerintah yang akan datang, khususnya sektor pertanian. Karena pertanian merupakan aspek fundamental yang harus diperhatikan secara serius, lantaran sektor ini berkaitan dengan ketahanan pangan nasional. Ketika ada problem pada sektor tersebut maka efeknya akan berdampak pada seluruh elemen masyarakat.
Petani adalah profesi yang mulia lantaran kerja-kerja mereka menghadirkan kemaslahatan bagi banyak orang. Karenaoleh petanilah kebutuhan pangan dapat terpenuhi. Sehingga akan sangat miris ketika sektor pertanian terus menerus mengalami problematika yang sama dari tahun ke tahun yang tak kunjung usai. Seperti langkanya pupuk guna meningkatkan produksi.
Hal inilah yang harus menjadi evaluasi bagi pemerintah ke depannya. Aspek ketersediaan pupuk disebabkan oleh terbatasnya jumlah pengambilan yang diperoleh dan tidak sesuai dengan kuantitas lahan yang dimiliki. Kondisi ini membuat petani lebih memilih untuk membeli pupuk non subsidi, karena jumlah pengambilan yang legitimate.
Setelah persoalan pupuk, tak kalah penting adalah kesejahteraan para petani saat ini yang mayoritas diantaranya masih mengalami kendala secara finansial. Hal ini tentunya tidak sebanding dengan kinerja yang mereka lakukan, lantaran pekerjaannhya erat kaitannya untuk memasok pangan skala nasional.

Hal yang lebih miris lagi bahwa kini mayoritas anak-anak muda, khususnya gen Z tak lagi menjadikan sektor pertanian sebagai cita-cita. Tentu ini sangat kontras ketika kita melihat cerminan di luar negeri, seperti di Jepang, di mana mereka merencanakan sistem pertanian yang lebih modern dengan menggunakan dan memanfaatkan teknologi canggih. Teknologi terbarukan seperti traktor tanpa awak, mesin tanam, dan mesin panen mulai digunakan para petani. Hal tersebut dapat mensejahterakan para petani mereka.
Contoh lainnya adalah negara Belanda. Luas negara ini memang tak mencapai 1 persen dari luas negara Indonesia dan negara tersebut minim akan lahan yang cukup untuk bertani di negara tersebut. Terlebih dengan iklim dingin di negara Belanda, sehingga bertani merupakan hal yang sangat kecil kemungkinannya terjadi.
Namun, Belanda mampu menjadi negara peringkat dua untuk negara pengekspor produk pertanian terbesar di dunia dengan nilai ekspor mencapai 72,8 miliar Euro. Produk andalannya adalah benih dan bunga. Kunci dari majunya pertanian di Belanda adalah riset dan teknologi.

Dua negara tersebut harusnya mampu menjadi acuan bagi Indonesia bahwa ketika para petani di akomodasi dengan fasilitas yang memadai, maka hal itu akan berdampak pada kemajuan pada sektor pertanian. Bukan hal yang mustahil ketika teknologi dan kebutuhan lainnya dapat dipenuhi oleh pemerintah akan membuat Indonesia menjadi kiblat pertanian di masa yang akan datang. Karena negara kita memeliki komponen utama untuk menunjang hal tersebut, seperti tingkat kesuburan tanah yang dimiliki.
Para tokoh politisi saat ini selalu menggaungkan narasi Indonesia Emas pada tahun 2045, lantaran pada tahun tersebut banyak masyarakat berada pada usia produktif yang akan menghasilkan lonjakan ekonomi. Namun hal tersebut akan menjadi angan-angan belaka ketika sektor pertanian tak dibenahi, mengingat pertanian merupakan salah satu pekerjaan yang menjadi pekerjaan utama masyarakat banyak. Karena itu, ketika visi 2045 ingin diimplementasikan maka pemerintah harus berbenah guna meningkatkan mutu pertanian nasional. (yus)

Exit mobile version