pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

SMPN 10 Bantimurung Gelar Pesantren Kilat

PESANTREN -- Para peserta didik kelas VII SMPN 10 Bantimurung sedang mengikuti pesantren kilat.

MAROS, BKM — Mengawali Ramadan 1445 H, SMP Negeri 10 Bantimurung menggelar kegiatan pesantren kilat. Kegiatan ini dalam rangka meningkatkan ketakwaan dan mewujudkan profil pelajar Pancasila peserta didik SMPN 10 Bantimurung
Kegiatan yang merupakan agenda tahunan SMPN 10 Bantimurung ini diikuti peserta didik dari kelas VII, Kegiatan berlangsung selama 3 hari, mulai tanggal 13 hingga 15 Maret 2024.

Pembukaan Pesantren Kilat Ramadan yang dibuka Pengawas Bina SMPN 10 Bantimurung, Askari, dihadiri Kepala SMPN 10 Bantimurung, Ruiyah, beserta dewan guru dan staf Tata Usaha SMPN 10 Bantimurung, Rabu (13/3).
Kepala SMPN 10 Bantimurung, Ruiyah, dalam sambutannya mengharapkan agar peserta didik yang mengikuti pesantren kilat dapat memanfaatkan momen ini dengan sebaik-baiknya untuk mendapatkan ilmu agama agar dapat menjadi nilai yang besar dalam kehidupan.
”Waktu yang singkat ini agar dapat dimanfaatkan anak-anak untuk belajar agama,” ujar Ruiyah.
Apalagi, kata Ruiyah, pada kegiatan kali ini ada mahasiswa DDI STAI Maros sebanyak 20 orang sedang melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN). Sehingga para mahasiswa inilah yang nanti akan membatu teman-teman guru memberikan pendalaman agama kepada peserta didik.

”Saya sangat beryukur keberadaan anak anak mahasiwa di sekolah kami sangat membatu memberikan pelajaran agama Islam kepada siswa kami,” kata Ruiyah.
Sementara itu, Pengawas Bina SMPN 10 Bantimurung, Askari, pada acara pembukaan kegiatan pesantren kilat mengharapkan agar ibadah dalam bulan Ramadan ini dapat dimaksimalkan. Mengingat, bulan Ramadan merupakan bulan penuh keberkahan.
”Waktu yang singkat ini agar dimanfaatkan dengan baik,” harap Askari.
Askari juga meminta agar para mahasiswa KKN dan guru untuk berkolaborasi memberikan tuntunan kepada seluruh peserta terkait masalah berwudhu yang benar sesuai tuntunan Islam.

Karena jika wudhu tidak bagus, maka akan memengaruhi salat yang dikerjakan. Wudhu salah otomatis salat tidak diterima. Olehnya itu, ia berharap agar anak-anak diajarkan dengan cara praktik berwudhu yang benar.
”Wudhu yang harus dimengerti lebih awal anak-anak agar salatnya bisa diterima Allah,” harap Askari.
Ia juga meminta guru dan mahasiswa menuntun anak-anak tentang tata cara salat Idulfitri yang benar. Anak perlu memahami berapa kali takbir dirakaat pertama dan rakaat kedua. Setelah mereka sudah paham, maka anak-anak juga perlu tahu bacaan di antara takbir berikutnya.
”Jika tuntunan seperti ini dipahami anak-anak saat mengikuti pesantren kilat, maka ketika mereka mengikuti salat Idulfitri, sudah bisa melakukan dengan baik dan benar,” kata Askari.
Selain itu, pada kegiatan ini anak-anak agar dicek, mana bisa membaca Al Qur’an yang benar dan mana tidak. Bagi peserta didik yang kurang mahir membaca Al Qur’an maka guru dan para mahasiwa KKN bisa menuntun agar bisa membaca Al Qur’an dengan baik.
”Saya minta agar semua peserta dicek kemampuan membacanya untuk melakukan pemetaan agar program yang akan diselesaikan bisa terlasana dengan baik,” tutup Askari. (ari/c)



×


SMPN 10 Bantimurung Gelar Pesantren Kilat

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link