MALILI, BKM — Tim terpadu obat dan makanan Kabupaten Luwu Timur melakukan Rapat Koordinasi (Rakor) dalam rangka pembinaan pengawasan obat dan makanan yang beredar di Lutim khususnya di bulan suci ramadan di Ruang Rapat Pimpinan Bupati, Jumat (15/3). Rapim dipimpin Asisten Perekonomian dan Pengembangan Infrastruktur, Masdin.
Menurut Masdin kegiatan ini setiap tahun dilaksanakan, sehingga di tahun 2024 semua yang terlibat dalam pengawasan dapat menjalankan tugas sesuai dengan tupoksi masing-masing.
“Apabila dilakukan dengan baik, saya yakin kita bisa menghindarkan masyarakat mengkonsumsi makanan yang berformalin seperti ikan maupun yang lainnya,” kata Masdin.
Olehnya itu, Masdin berharap pada pengawasan kali ini perlu adanya keterlibatan dari pihak kepolisian maupun Satpol PP. “Misalnya jika kita mendapatkan satu sampel yang terindikasi maka inilah gunanya Kepolisian, tapi kita berharap dilapangan tidak ada seperti itu,” harapnya.
Kepala Bidang SDK dari Dinkes Lutim, Masyhuri mengatakan, target yang akan dilakukan untuk tahun ini sama dengan tahun sebelumnya yakni pasar tradisional, modern, maupun toko obat sesuai dengan tugas masing-masing pengawas.
“Selama ini kita hanya melakukan edukasi namun tidak ada efek jera yang terima, akan tetapi tidak mematikan usahanya. Olehnya itu, sebagai aparat kita bisa membantu masyarakat dalam hal bahan makanan yang layak dikonsumsi,” ucapnya.
Berdasarkan hasil rakor ini, nantinya akan dilakukan di 11 kecamatan, mulai dari tanggal 18 sampai 29 Maret 2024, dimana dibagi menjadi tiga tim dengan target masing-masing yakni, pasar, ritel modern dan pusat oleh-oleh maupun kios-kios. (rls)
