WAJO, BKM — Para pengusaha Pertamina Shop (Pertashop) yang menjual BBM non subsidi jenis Pertamax di Kabupaten Wajo bangkrut akibat perbedaan harga Pertamax Rp.13.500 dibandingkan Pertalite Rp.10.000′ yang banyak diperjual belikan Pertamini secara ilegal yang tersebar di beberapa wilayah.
Perwakilan Serikat Pengusaha Retail Indonesia Minyak dan Gas (SPRINDO MIGAS) Kabupaten Wajo Ari Wibowo kepada BKM Minggu (13/3) membeberkan selama dua Tahun ini mereka semua mengalami kerugian.
Ari juga menjelaskan kalau Pertashop di tempatkan di daerah yang mengutamakan lokasi pelayanan di desa atau kota dengan tujuan mulia mendekatkan diri kepada masyarakat, namun harus bersedih melihat banyak teman yang bangkrut usahanya.
“Saya jelaskan salah satu yang memicu adalah maraknya peredaran BBM ilegal bersubsidi yang bebas dijual jenis Pertalite di pom mini, warung -warung, botolan tanpa ada penindakan dari APH dan Pemkab Wajo.
Dia menambahkan dirinya bersama rekannya akan melakukan aspirasi di DPRD Kabupaten Wajo, mengingat sudah banyak yang rugi, apa lagi biaya membangun Pertashop itu biayanya tinggi ratusan juta ditambah harus membayar cicilan Bank ( KUR) .
“Sementara banyak Pertamini ilegal keenakan beroperasi menjual BBM bersubsidi ilegal tidak mengantongi ijin dan kontrak Pertamina yang hanya pakai modal Rp.7.000.000 sudah bisa jual BBM bersubsidi yang diketahui sangat beresiko sering terjadi kebakaran,” ungkap Ari Wibowo. (rls)

