Site icon Berita Kota Makassar

Lirik Pilkada Setelah Gagal Dapat Tiket ke Senayan

MAKASSAR, BKM–Sejumlah calon anggota legislatif (Caleg) DPR RI yang tidak terpilih di periode 2024-2029 kemungkinan bakal maju bertarung di pemilihan kepala daerah (Pilkada) November 2024 mendatang.
Saat ini mulai hangat diperbincangkan beberapa figur asal Sulawesi yang gagal melanggeng ke Senayan. Mereka digadang-gadang kembali bertarung di Pilkada, meskipun ada kader partai memastikan tidak maju di legislatif dan hanya fokus di Pilkada.

Mereka adalah Taufan Pawe (TP) di Pilgub Sulsel, Rudianto Lallo, Aliyah Mustika di Makassar, Ahmad Dg Sere di Takalar, Tomy Satria dan Mualling Tampa di Bulukumba, Liestiaty Fachrudin di Bantaeng, Supriansa di Soppeng, Andi Rio Padjalangi dan Andi Akmal Pasluddin di Bone, Irwan Hamid di Palopo.
Sekretaris DPD I Golkar Sulsel, Andi Marzuki Wadeng mengatakan, sosok TP sejauh ini memang diprediksi bakal maju calon Gubernur (Cagub) Sulsel pada pilkada serentak 2024.
Marzuki mengatakan, TP dipersiapakan untuk menatap Pilgub Sulsel 2024. Adapun Pemilu legislatif 2024, TP menjadikan sasaran antara untuk menambah suara partai Golkar.
“Jauh hari kan pak TP sudah dapat rekomendasi suarat tugas partai khusus di Pilgub. Kalau maju caleg kemarin hanya sekedar kumpul suara partai,” ujar Marzuki, Senin (18/3).

Sedangkan, politikus PKS Andi Akmal Pasluddin, ia mengaku dirinya kini fokus mempersiapkan diri di Pilkada Bone 2024.
“Insya Allah sudah bertekad maju di Pilkada Bone. Saya memang komitmennya terpilih atau tidak maju pilkada Bone 2024. Kita memulai dari kampung halaman dulu, di Bone Selatan,” singkatnya.
Lantas bagaimana peluang mereka? Manager strategi dan operasional lembaga survei Jaringan Suara Indonesia (JSI), Nursandy Syam mengatakan, caleg Senayan yang belum beruntung dipastikan akan menguji nasib di jalur pilkada.
“Fenomena caleg gagal di Pileg lalu mengubah haluan di Pilkada merupakan peristiwa politik yang umum terjadi,” ujarnya.
Lanjut dia, mereka maju di Pilkada terdorong oleh ambisi menghidupkan kembali karir politiknya yang sempat kandas. Majunya mereka tentu dipengaruhi oleh beberapa faktor.

Seperti punya basis elektoral atau meraup dukungan suara yang signifikan di satu wilayah kabupaten/kota tertentu pada pileg februari yang lalu.
“Kita akui, figurnya cukup populer, memiliki investasi sosial politik yang terbangun baik saat menjadi wakil rakyat/birokrat maupun saat ikut berkontestasi,” tuturnya.
Dia menambahkan, mereka tentu cukup terbuka, apalagi diantara nama-nama tersebut jauh sebelum pelaksanaan Pileg 2024, mereka sudah disebut-sebut akan maju di Pilkada tahun ini.
“Jadi sangat memungkinkan diantara figur-figur tersebut, sejak awal sudah menjadikan Pilkada sebagai bidikan utama,” tutupnya.
(jun/rif)

Exit mobile version