MAKASSAR, BKM — Pemerintah Kota Makassar akan memasang sekitar 500 solar Cell (panel surya) di sekolah, puskemas, hingga kantor lurah. Hal itu untuk mendukung komitmen Makassar sebagai kota rendah karbon.
Selain itu, kehadiran panel surya di kantor-kantor pemerintah maupun sekolah diharapkan mampu meminimalkan ketergantungan dari listrik PLN. Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan Pomanto menjelaskan, pihaknya saat ini sementara melakukan hitung-hitungan jumlah kebutuhan anggaran yang harus disiapkan.
“Setelah dihitung-hitung, semua itu sekitar 500 lebih gedung, terdiri dari sekolah, kantor kelurahan dan kantor kecamatan,” ucap Danny saat ditemui di Balai Kota, belum lama ini.
Danny mengatakan, berdasarkan hasil penelusuran di sejumlah toko online, satu unit panel surya yang ideal untuk digunakan seharga Rp278 juta. “Kalau kita search, harganya di kisaran Rp278 juta per unit. Yang umum ini. Tapi kan kita mau beli banyak, mestinya yang lebih murah lagi pasti ada,” ungkapnya.
Jika anggaran pemasangan panel surya sekitar Rp278 juta per titik, maka besaran kebutuhan biaya untuk pasangan panel surya berada di kisaran angka Rp139 miliar. Tahun ini, Pemkot Makassar menyiapkan anggaran sebesar Rp200 miliar untuk pengadaan panel surya tersebut.
Anggarannya diambil dari alokasi dana untuk Makassar City Core Arena (Macca) yang tidak jadi direalisasikan. Dialokasikan pada APBD Perubahan 2024 mendatang.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar Mahyuddin Mustakim menyebut, saat ini penggunaan panel surya sudah diujicobakan di sekolah, yakni SMPN 6 Makassar. Namun ternyata kebutuhan listrik SMPN 6 tidak semua bisa dipenuhi oleh pembangkit listrik tenaga surya. Sekolah tersebut juga masih butuh aliran listrik dari PLN.
“SMPN 6 sudah jalan. Progressnya bagus. Tapi tidak semua peralatan listrik bisa diakses oleh panel surya. Karena di sana kan cukup banyak peralatan elektronik yang dibutuhkan. Tapi setidaknya terbantu biaya listriknya,” ucapnya.
Tahun ini, kata mantan Kepala Dinas Sosial Kota Makassar itu, pihaknya menargetkan sekolah negeri, khusus SMP dan SD sudah menggunakan panel surya. “Kami sudah laporkan ke Pak Wali, di Makassar itu ada 55 SMP negeri dari 314 SD negeri. Kami juga sudah koordinasi dengan Bappeda dalam hal perencanaan dan sementara sekolah disurvei,” ungkapnya.
Lebih jauh dikemukakan, kalau program ini jalan, sambungan listrik ke PLN tetap ada. Jika kebutuhan listriknya bisa terpenuhi dari panel surya, ada sekolah yang hanya bayar biaya beban saja ke PLN.
Namun, untuk lebih efektifnya, dia menyampaikan ke seluruh kepala sekolah kalau tidak mau bayar beban, alihkan saja ke listrik sistem token.
“Saya sudah sampaikan ke kepala sekolah kalau tidak mau bayar beban bisa dialihkan ke token. Kalau pakai token kan tidak bayar beban. Nanti sewaktu-waktu mau kita gunakan baru kita isi,” tambah Muhyiddin.
Ia pun berharap panel surya di seluruh SD/SMP se-Kota Makassar sudah terpasang tahun ini. Konsepnya ada sebagian menggunakan panel surya, tapi ada pula yang 100.persen.
“Ini kan cuma sebentar (pemasangannya). Yang penting setelah disurvei kita tahu di titik mana yang mau dipasang,” tutupnya. (rhm)
