MAKASSAR, BKM — Aktivitas pelayanan kesehatan (Yankes) akan tetap terbuka selama cuti lebaran Idulfitri. Para tenaga kesehatan akan tetap siaga. Mulai dari puskesmas hingga rumah sakit.
Penegasan ini disampaikan Kabid Pelayanan Kesehatan (Yankes) Dinas Kesehatan Sulsel, Ardadi, Selasa (26/3).
“Semua kabupaten/kota ada semua Public Safety Center (PSC). Itu tidak boleh libur untuk memastikan semua kasus-kasus kegawatdaruratan itu bisa tetap terlayani. Rumah sakit kan tidak ada liburnya. Puskesmasji kalau dia rawat inap pasti ada IGDnya, jadi itu harus aktif,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa tidak ada pengurangan nakes untuk memaksimalkan layanan kepada masyarakat.
“Biasanya tidak boleh kosong, target minimal. Biasanya itu kalau di perawatan satu dokter, perawat dua di IGD. Untuk itu Dinas Kesehatan mengimbau seluruh fasilitas kesehatan di Puskesmas agar tetap mengaktifkan IGD untuk mengantisipasi kegawatdaruratan masyarakat kita pada saat cuti lebaran,” jelasnya.
Menurut Ardadi, di waktu seperti inilah para nakes harus lebih ekstra siaga, mengingat mudik lebaran yang sebentar lagi mencapai puncaknya.
“PSC kan dari dulu memang selalu standby 24 jam untuk mengantisipasi. Rumah sakit juga. Paling tidak ada kewaspadaan siap siaga fasilitas pelayanan kesehatan, termasuk mudik,” terang
Selama di fasilitas kesehatan daerah, nakes juga turut bergabung di posko terpadu mudik TNI-Polri untuk membackup di lapangan baik kepada para personel aparat maupun pemudik.
Minimal di posko tersebut nakes telah menyediakan PPPK sebagai pertolongan awal. Jika lebih parah akan segera dirujuk ke fasilitas kesehatan terdekat.
Untuk mengantisipasi kecelakaan lalulintas selama mudik, Dinas Kesehatan bekerja sama dengan Dinas Perhubungan akan melakukan pemeriksaan pengemudi di terminal.
“Kalau yang biasa itu dilakukan, utamanya dengan Dinas Perhubungan ada pemeriksaan driver, untuk mengantisipasi,” imbuhnya.
Selain itu, lanjut Ardadi, Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) juga turut memeriksa kesehatan para penumpang kapal untuk mencegah virus penyakit.
“KKP itu mengaktivasi pintu-pintu masuk bandara dan pelabuhan, untuk mengantisipasi wabah penyakit,” terangnya.
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy menyampaikan, puncak mudik lebaran diperkirakan terjadi tanggal 5 sampai 7 April 2024, dan arus balik tanggal 14 sampai 15 April 2024.
Untuk mengamankan pelaksanaan libur lebaran dan arus mudik, Polri telah menyiapkan posko pengamanan, posko pelayanan, dan posko terpadu sebanyak 5.784 pos yang tersebar di berbagai titik yang akan dilintasi oleh para pemudik.
Posko tersebut tidak hanya mengurusi keamanan lalu lintas pemudik, namun juga berfungsi mengatasi keadaan darurat dan juga menangani kesehatan pemudik.
Posko terpadu ini akan dilengkapi personel dari satuan di luar Polri, antara lain Kemenkes, Basarnas, BNPB, dan petugas posko dari daerah. (jun)
