MAKASSAR, BKM — Dinas Sosial Kota Makassar kembali menggelar Operasi Kupu-kupu Malam (Kumal), Selasa (26/3) malam.Target atau sasaran dari Operasi Kumal ini adalah Pekerja Seks Komersial (PSK) dan waria.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Sosial Makassar Andi Pangerang Nur Akbar menjelaskan, Dinsos menurunkan 41 personel dalam Operasi Kumal ini.
Ada beberapa lokasi tang menjadi target operasi kali ini. Yakni Wisma Djampea, Wisma Takaran, dan Wisma Banda.
Dari hasil Operasi Kumal itu terjaring lima pasangan bukan suami isteri, tiga laki-laki, dan tiga perempuan.
“Jadi dari hasil penertiban, terjaring 8 laki-laki dan 8 perempuan. Mereka selanjutnya dibawa ke RPTC Dinas Sosial di Jalan Abdullah Dg Sirua untuk diberi pembinaan,” ungkap Andi Pangerang.
Mantan Camat Panakkukang itu melanjutkan dari hasil pendataan di RPTC, 12 orang harus diberi pembinaan lebih lanjut. Sementara empat orang lainnya telah dikembalikan ke keluarga masing-masing.
Selama Bulan Suci Ramadan, Dinas Sosial Kota Makassar intens melakukan penertiban PSK dan waria.
Melalui program Operasi Kupu-kupu malam (Kumal), Dinas Sosial turun ke jalan, ke tempat penginapan, hotel, motel, hingga kos-kosan untuk menertibkan aktifitas ilegal yang merupakan penyakit masyarakat. Jika di luar Ramadan, Operasi Kumal dilaksanakan sekali sebulan, maka selama Ramadan operasi itu dilakukan sebanyak tujuh kali.
Menurut Andi Pangerang, hingga hari ketujuh Ramadan, Dinsos Makassar sudah melakukan Operasi Kumal sebanyak dua kali. Dua kali turun melakukan penertiban, Dinsos menjaring 54 PSK, Waria, maupun pasangan ilegal.
Sebelum turun melaksanakan Operasi Kumal, pihaknya terlebih dahulu mengumpulkan informasi dari berbagai sumber.
Mulai dari media sosial, laporan langsung dari warga, hingga aplikasi kencan Michat. “Jadi kita kumpulkan dulu informasi. Di media sosial, kan banyak informasi yang bisa kita ambil. Ada juga yang mengadu langsung. Termasuk kita gunakan aplikasi Michat untuk menelusuri praktik prostitusi di Makassar,” tandasnya. (rhm)
