WAJO, BKM — Pj Bupati Wajo, Andi Bataralifu membuka secara resmi Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) di Ruang Pola Kantor Bupati Wajo, Kamis (27/3). Musrebang dalam rangka menyusun Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) Tahun 2025. Saat membuka Musrenbang Andi Batara mengatakan RKPD adalah program dan kegiatan yang merespon pernyataan kebutuhan yang diserap dari masyarakat. Baik yang disampaikan melalui Musrenbang Desa/Kelurahan dan Musrenbang Kecamatan, maupun yang disampaikan dalam Reses.
Anggota DPRD dalam bentuk Pokok-Pokok Pikiran (Pokir), yang selanjutnya diramu dengan usulan yang diidentifikasi secara teknokratik oleh jajaran perangkat daerah.
“Ketiga komponen itu kemudian disinkronkan dan diharmonisasikan di dalam Musrenbang untuk menentukan program dan kegiatan prioritas yang sesuai dengan arah pembangunan kita di tahun 2025
mendatang. Dengan demikian, Musrenbang ini sesungguhnya adalah ajang membangun sinergi dan kerjasama yang harmonis antara seluruh pemangku kepentingan dalam pembangunan daerah, ” jelasnya.
Menurutnya perencanaan pembangunan yang baik harus memiliki target yang terukur dan indikator yang mudah dipahami. Perencanaan harus disertai pencermatan atas berbagai persoalan mendesak yang sedang dihadapi seperti kemiskinan ekstrim, stunting, inflasi dan sebagainya. Dia menekankan target utama pembangunan adalah pelayanan dasar. Pemenuhan SPM dan SDGs masih menjadi isu sentral yang harus dikedepankan dalam merumuskan kebijakan.
“Kita dituntut memiliki kemampuan mengidentifikasi permasalahan lalu menggunakan data yang valid, serta senantiasa mengacu pada regulasi yang terbaru. Kombinasi atas ketiga hal tersebut akan sangat membantu kita dalam merumuskan kebijakan yang tepat, ” tekannya lagi.
Kepada para kepala OPD beserta tim mempertajam kemampuan analisis dalam perumusan kebijakan. Jajaran perangkat daerah yang terkait pelayanan dasar juga harus mempertimbangkan pemenuhan SPM, SDGs, dan kebijakan sektoral, termasuk kemampuan keuangan daerah.
“Saya berharap semua pihak, terutama kepada seluruh stakeholder yang akan mengikuti musrenbang ini, untuk memanfaatkan kesempatan berdiskusi dengan sebaik�baiknya untuk melakukan sinkronisasi dan harmonisasi, sehingga hasil perencanaan pembangunan kita dapat menjadi acuan dalam pelaksanaan
pembangunan pada tahun 2025 yang akan datang,”pungkasnya. (rls)
