MAKASSAR, BKM–Penjabat (Pj) Gubernur Sulsel Bahtiar Baharuddin berharap agar warga masyarakat tidak asal dalam memilih pemimpin atau gubernur Sulsel.
“Pilihlah gubernur yang tidak biasa-biasa, namun yang punya integritas dalam memperbaiki ekonomi masyarakat,”ujar Bahtiar Baharuddin disela-sela menyampaikan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Gubernur Sulawesi Selatan Akhir Tahun Anggaran 2023 dalam rapat paripurna di lantai III DPRD Sulsel.
Sindiran Bahtiar lantaran Sulsel masih mengalami inflasi sebesar 2,81 persen.
Berdasarkan data BPS tahun 2023, pertumbuhan ekonomi Sulsel sebesar 4,51 persen. Angka PDRB Sulsel Tahun 2023 atas dasar harga berlaku sebesar Rp 652,57 triliun (Enam Ratus Lima Puluh Dua koma Lima Puluh Tujuh Triliun Rupiah) pertahun.
Menurut Bahtiar, pada akhir Desember 2023 tingkat inflasi Sulsel sebesar 2,81 persen.
Untuk mengendalikan inflasi ini Pemerintah Provinsi telah melakukan berbagai hal seperti dengan pemantauan harga dan stock untuk memastikan kebutuhan tersedia.
“Mengintensifkan Gerakan Pangan Murah dan Operasi, pasar bersama dinas terkait,melaksanakan Sidak ke pasar dan distributor agar tidak menahan barang, berkoordinasi dengan daerah penghasil komoditi untuk kelancaran pasokan, merealisasikan BTT untuk dukungan pengendalian inflasi dan memberikan bantuan transportasi dari APBD,”jelasnya.
Bahtiar mengungkapkan bila tingkat kemiskinan Sulsel pada Maret 2023 sebesar 8,70 persen, capaian tingkat Kemiskinan Sulsel masih lebih baik atau lebih rendah dibandingkan tingkat kemiskinan nasional sebesar 9,36 persen.
Tingkat Pengangguran Terbuka Sulsel turun sebesar 0,18 persen dari 4,51 persen pada tahun 2022 menjadi 4,33 persen pada tahun 2023.
“Capaian tersebut lebih baik dari capaian nasional sebesar 5,32 persen. Berdasarkan hasil Sakernas (Survei Angkatan Kerja Nasional) Agustus 2023, ada tiga lapangan pekerjaan yang menyerap tenaga kerja paling banyak adalah Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan yaitu sebesar 35,84 persen, Perdagangan Besar dan Eceran sedesar 17,53 persen dan industri Pengolahan sebesar 9,02 persen.,” bebernya
Selanjutnya Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Sulsel tahun 2023 mencapai 73,46 meningkat 0,64 poin dibandingkan tahun 2022 yakni sebesar 72,82. Capaian tersebut merupakan agregasi dari tiga dimensi, yaitu umur panjang dan hidup sehat, Pengetahuan, serta standar hidup layak.
Capaian realisasi pendapatan daerah Provinsi Sulsel sampai dengan periode Akhir Tahun Anggaran 2023 sebesar Rp.9,52 Triliun lebih atau 93,82 Persen dari target yang ditetapkan pada APBD tahun Anggaran 2023 sebesar Rp.10,1 Trilyun lebih.
“Pendapatan Daerah bersumber dari komponen penerimaan yakni Pendapatan Asli Daerah (PAD), Pendapatan transfer dan lain-Lain pendapatan yang sah. Realisasi Belanja Daerah sampai dengan akhir Tahun Anggaran 2023 sebesar Rp. 9,4 Triliun atau,”urainya.
Rapat paripurna dipimpin Wakil ketua DPRD Sulsel, Darmawansyah Muin didampingi wakil ketua Musayyin Alrif dan puluhan anggota legislatif. (jun/rif)
