Site icon Berita Kota Makassar

Proyek Ducting Sharing Batal Tahun Ini

MAKASSAR, BKM — Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan Pomanto belum lama ini melakukan studi tiru ke Singapura bersama sejumlah OPD terkait. Kunjungan tersebut sekaitan dengan penerapan ducting sharing atau penataan kabel-kabel di bawah tanah.
Rencananya, tahun ini Pemkot Makassar mulai akan melakukan penataan kabel-kabel tersebut. Anggaran yang dialokasikan pun sangat besar, yakni Rp400 miliar. Namun dipangkas menjadi Rp200 miliar, karenanya sisanya akan digunakan untuk perbaikan infrastruktur jalan di kawasan Stadion Sudiang yang akan dibangun oleh pemerintah pusat.
Pascakunjungannya ke Singapura, Danny membatalkan pelaksanaan proyek ducting sharing tersebut. Rencananya baru akan dieksekusi tahun depan dengan alasan waktu yang tidak mencukupi. Selain itu, Pemkot Makassar akan membuat persiapan yang lebih bagus lagi.
“Jadi saya sudah rapat pertama. Kita menunda sampai 2025 karena waktu tidak cukup lagi. Persiapan juga harus lebih bagus,” ungkap Danny saat ditemui di kediaman pribadinya usai rapat tertutup dengan sejumlah OPD dan camat, Sabtu (30/3) sore.

Namun Danny menekankan, walaupun proyek ducting sharing ditunda ke tahun depan, namun penataan kabel-kabel ke bawah sudah mulai akan dilakukan tahun ini.
“Jadi kita bikin pedestrian yang sudah ada sambungannya. Jika diaktifkan, tinggal disambung sama sambungan rumah. Pedestrian kita akan cor.Kewajiban kita, 14 ribu sambungan rumah. Ditata kabel listriknya di bawah. Tahun ini yang itu kita laksanakan. Tapi kalau ducting sharing, tahun depan karena tidak sempat,” kata Danny.
Rencananya, anggaran yang disiapkan untuk proyek ducting sharing tahun depan sebesar Rp400 miliar. Ducting sharing versi Singapura siap diadopsi di Makassar.
Selama tiga hari, ada beberapa kunjungan langsung di lokasi Multi Utilities Tunnel. Pada 25 Maret, mengunjungi Common Services Tunnel (CST) di Marina Bay. CST merupakan jaringan bawah tanah yang menampung dan mendistribusikan layanan utilitas listrik, air, telekomunikasi, pendingin distrik, dan drainase.
CST dirancang untuk kapasitas umur pemakaian sampai 150 tahun. Tunnel dibagi menjadi dua segmen yakni pipe tunnel dan cable tunnel. Memiliki tiga sensor yakni sensor oksigen, sensor karbon monoksida, dan sensor suhu.

Ketiga sensor ini berada di permukaan tanah berfungsi memberikan informasi kepada operator di control room ketika kondisi di dalam terowongan berada diambang bawah. Mereka juga mengunjungi Marina Bay District Cooling System (DCS).
Konsep dasar DCS sendiri adalah mengkonsolidasikan kapasitas pendinginan dalam satu lokasi sentral. Kemudian didistribusikan ke sejumlah bangunan dalam kawasan yang sama. Hal ini berbeda dengan sistem pendinginan konvensional yang mana setiap bangunan memiliki sistem pendinginan sendiri-sendiri.
DCS telah mencapai nol gangguan pasokan sejak tahun 2006. Hal ini menunjukkan bahwa DCS mampu memberikan pasokan energi pendinginan yang andal dan stabil bagi bangunan-bangunan di wilayah tersebut.
Pada hari kedua, 26 Maret 2024, delegasi mengunjungi Sembcorp Battery Storage. Merupakan entitas yang bertanggung jawab atas pengelolaan dan pengoperasian sistem penyimpanan energi baterai di Singapura.
Teknologi ini memainkan peran kunci dalam menyediakan kapasitas penyimpanan yang diperlukan untuk mengintegrasikan sumber energi terbarukan, seperti tenaga surya dan angin, ke dalam jaringan listrik negara. Fasilitas ini menyimpan energi listrik dalam bentuk baterai, yang dapat digunakan saat dibutuhkan untuk menyeimbangkan pasokan dan permintaan energi listrik.
Juga mengunjungi Tuas South Incineration Plant untuk belajar implementasi fasilitas waste to energy.
Prinsip utamanya ialah proses pembakaran limbah pada suhu tinggi, yang menghasilkan panas yang kemudian digunakan untuk menghasilkan listrik melalui turbin uap atau untuk tujuan pemanasan.

Delegasi lalu belajar fasilitas pengolahan air. Fasilitas NEWater memanfaatkan proses teknologi yang kompleks, seperti reverse osmosis dan ultrafiltrasi, untuk menghilangkan kontaminan dan zat-zat berbahaya dari air limbah. Konsep ini merupakan bagian penting dari strategi pengelolaan air di Singapura yang bertujuan untuk meningkatkan ketersediaan air dalam menghadapi krisis air yang telah terjadi di masa lalu.
Pada kesempatan yang sama, wali kota dua periode ini mengusulkan adanya koridor bisnis antara Singapura, Ibu Kota Nusantara (IKN) dan Kota Makassar. Dia menyebutnya sebagai equator corridor yang siap mengkoneksikan potensi bisnis antarketiga pusat ekonomi di Asia ini.
Dikonfirmasi terpisah, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Makassar Andi Zulkifli Nanda menerangkan ducting sharing memang sudah dianggarkan tahun ini dengan gambar dan lokasi yang jelas. “Namun kemudian kita melihat ternyata itu tidak sesuai. Banyak perubahan. Tahun ini kan Rp400 miliar dianggarkan. Tapi Pak Wali ingin mengurangi sampai Rp200 miliar,” jelas Zul, sapaan akrabnya.
Selanjutnya, kata mantan Kepala Dinas Penanaman Modal dan PTSP Makassar itu, ternyata ada perubahan gambar dan lokasi. “Sehingga kita sepakat supaya lebih aman, waktunya dilaksanakan tahun depan. Anggarannya Rp400 miliar,” kata Zul.
Lebih jauh dikatakan, sebelumnya kawasan Sudirman Loop yang akan menjadi target pelaksanaan ducting sharing, Tapi untuk perencanaan tahun depan, akan dilakukan penyesuaian lokasi.
“Kita akan mencari titik-titik sentral dimana banyak masyarakat atau bisnis yang menggunakan telekomunikasi. Selain itu, ruas jalan yang masuk dalam kawasan ducting sharing adalah ruas jalan yang menjadi kewenangan Pemkot Makassar agar kita tidak terkendala ijin,” tuturnya.
Rencananya, untuk tahap awal, proyek ducting sharing ini menggunakan APBD Kota Makassar. Selanjutnya, akan menggandeng pihak swasta dengan menggunakan skema KPBU atau skema Public-Private Partnerships (PPP). Sebuah skema penyediaan dan pembiayaan infrastruktur yang berdasarkan pada kerja sama antara pemerintah dan badan usaha (swasta). (rhm)

Exit mobile version