BULUKUMBA, BKM — Bupati Bulukumba Andi Muchtar Ali Yusuf meminta kepada seluruh jajaran pegawai disemua tingkatan untuk bekerja lebih produktif dan tidak kuttu (malas) dalam menyelesaikan tugas-tugasnya memberikan pelayanan kepada masyarakat.
”Bulukumba sebagai daerah yang kaya akan budaya dan keberagaman, mempunyai potensi besar untuk terus berkembang dan menjadi lebih baik di masa depan. Tapi harus disadari untuk mencapai cita-cita tersebut, diperlukan kerja keras, serta sinergi dari seluruh komponen masyarakat yang didasari dengan rasa Cinta kepada Bulukumba,”ujar Andi Utta saat memberi sambutan disela-sela mengikuti Shalat Idul Fitri di halaman Kantor Bupati baru-baru ini. Bertindamk sebagai khatib adalah Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bulukumba H Misbah.
Menurut Andi Utta momentum Idul Fitri menjadi sebuah kesempatan untuk mempererat tali persaudaraan, memperbaiki diri, dan memperkuat hubungan antar sesama warga Bulukumba. Kebersamaan, persaudaraan, dan semangat We Love Bulukumba adalah kunci utama yang akan membawa Bulukumba menuju arah yang lebih maju, sejahtera, dan berkelanjutan. We Love Bulukumba harus dimaknai sebagai kesadaran kolektif pada seluruh aspek kehidupan kita yang lebih mengutamakan kepentingan Bulukumba, daripada kepentingan pribadi dan golongan.
”Sebagai Kepala Daerah, kami berkomitmen terus bekerja. Saya mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk bersatu padu, bahu-membahu mewujudkan visi pembangunan Bulukumba yang berdaya saing dengan memprioritaskan program perbaikan ekonomi masyarakat yang dimulai dari aspek hulunya,” tambahnya.
Pemerintah daerah bersama legislatif dan yudikatif selalu berupaya dan berkomitmen untuk memberikan pelayanan yang terbaik, dan akan terus bersama-sama seluruh komponen dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui program unggulan yang strategis. Pada kesempatan tersebut, Andi Utta juga menyampaikan berbagai capaian pembangunan selama tiga tahun terakhir.
Dia juga memberikan motivasi agar masyarakat Bulukumba bisa lebih produktif dan tidak memelihara budaya malas atau kuttu (bahasa Bugis malas)
“Tinggalkan budaya malas jangan terus pelihara sifat kuttu itu. Kita harus percaya diri dengan potensi alam kita yang tidak kalah dengan daerah lain, untuk kita kelola dan maksimalkan guna meningkatkan kemampuan ekonomi dan daya beli masyarakat,” ungkapnya.
“Pembangunan berkelanjutan adalah niat ikhlas dan komitmen Saya untuk menciptakan masa depan Bulukumba yang lebih maju dengan memaksimalkan potensi alam Bulukumba yang luar biasa,” tambahnya. (rls)

