MAKALE, BKM — Ahli waris, keluarga dan warga Kelurahan Manggau terdampak korban longsor Palangka yang kini masih berada di pengungsian menerima bantuan pangan tanggap darurat dari Kapolda Sulsel, Kamis (18/4). Bantuan diserahkan Kapolres Tana Toraja, AKBP Malpa Malacoppo bersama ibu Bhayangkari di Posko bencana Palangka, Kelurahan Manggau, Tana Toraja, disaksikan para Kasat, Lurah Manggau dan tokoh masyarakat lainnya.
Usai penyerahan bantuan, AKBP Malpa mengatakan, bencana longsor yang terjadi pada Sabtu (13/4) lalu didua tempat berbeda Palangka dan Pangra’ta menyebabkan korban 20 orang meninggal dunia. Duka cita dirasakan warga Tana Toraja juga dirasakan Kapolda Sulsel dan jajarannya.
”Bantuan yang diserahkan hari ini kiranya bisa mengurangi beban bagi keluarga dan ahli waris. Masyarakat kiranya tetap optimis dan semangat karena kejadian ini sudah menjadi kehendak Tuhan,” ujar AKBP Malpa.
Dijelaskan Malpa, jajaran Polres Tana Toraja sejak menerima laporan kejadian langsung mengerahkan kekuatan bersama warga melakukan pencarian para korban di lokasi. Semua korban telah ditemukan sehingga pencarian dihentikan, namun kondisi wilayah tetap dipantau dan menghimbau masyarakat tetap waspada ditengah cuaca ekstrim.
Lurah Manggau, Lukas Duma Tarukkada menambahkan pemerintah bersama warga berterima kasih atas empati Kapolda atas derita dirasakan warga setempat. Bantuan moril dari jajaran Polres Tana Toraja selama pencarian sehingga dalam waktu singkat semua korban ditemukan dan telah diserahkan ke keluarganya.
Sebelumnya Mensos Tri Rismaharini, Rabu (17/4) menyerahkan santunan Rp 310 juta kepada 10 orang ahli waris para korban masih dalam pengungsian. Ahli waris korban longsor meninggal terima santunan Rp 15 juta perorang sedangkan korban luka Rp 5 juta.
Bencana longsor di Palangka dan Pangra’ta terbesar tahun ini membawa korban jiwa 20 orang. Sekitar 25 kepala keluarga (KK) atau 85 orang masih dalam mengungsi sebab masih trauma dengan longsor susulan. (gus/C)
