MAKASSAR, BKM–Kontestasi pemilihan gubernur (Pilgub) Sulsel 27 November mendatang kemungkinan diikuti empat pasangan calon.
Hal itu dikemukakan pengamat politik dari UIN Alauddin Makassar Prof Dr H Firdaus Muhammad bahwa Pilgub Sulsel berpotensi hanya diikuti 4 pasangan calon karena dianggap masih ada kalkulasi tertentu pasca Pilpres dan Pileg.
“Makanya kalau saya lihat ini calonnya tidak sampai 5 pasang. Karena partai juga ini kan baru mengeluarkan banyak amunisi di Pileg apalagi sekarang mereka belum pelantikan juga jadi ibaratnya belum ada pelantikan baru ada pencalonan lagi jadi pasti ada kalkulasi,” ucap Prof Firdaus, Rabu (17/4).
Dia tak menampik akan ada yang ikut melalui jalur perseorangan. Hal itu boleh saja terjadi tapi masih dilihat dari rekomendasi partai. Salah satu contohnya Ilham Arief Sirajuddin (IAS).
“Kalau perseorangan itu mungkin ada seperti IAS, kalau misalnya IAS tidak dapat kendaraan partai bisa maju karena kelihatannya cukup serius, jadi bisa melalui jalur independen,”jelasnya.
“Jadi pergerakan mungkin sekitar itu hanya 3 jalur partai di Pilgub Sulsel dan masih ada kemungkinan plus satu melalui jalur independen diantaranya saya sebut tadi IAS kalaiu misalnya tidak dapat rekomedasi dari Golkar,” sambungnya.
Dengan jumlah 3 hingga 4 pasangan, maka kekuatan Parpol akan semakin sengit. Tapi kalau 5 pasang, dimungkinkan dua pasangan yang tidak terlalu diperhitungkan.
“Artinya 3 itu menjadi persaingan yang ketat, kalau pun nanti ada 4 sampai 5 saya kira bukan lagi kandidat yang kuat, paling yang 1 sampai 3 yang kuat, selebihnya itu lemah,” ungkapnya.
Firdaus menuturkan bahwa pencalonan pada kontestasi Pilgub nanti akan dilihat dari jumlah perolehan kursi. Dia mengambil contoh sepertu Nasdem yang mempunyai basis suara terbanyak mampu mengusung kandidatnya tanpa berkoalisi.
“Pertama dilihat dari peta perolehan kursi pemilu 2024 kemudian yang kedua itu adalah figur atau calon. Kalau Nasdem itu sudah mendapatkan kursi yang cukup untuk mengusung sendiri, itu kalau berdasarkan persyaratan, jadi kalau Nasdem paketkan Dannya sama Fatma itu sebenarnya sudah bisa mengusung sendiri tapi kan risikonya berat,” terangnya.
Terpisah Ketua KPU Sulsel Hasbulla mengatakan, semakin banyak peserta pemilu, maka tingkat partisipai pemilih juga akan jauh lebih banyak. “Pada prinsipnya kalau kita dari penyenggara semakin banyak calon semakin tinggi tingkat partisipasi. Kalau dari sisi regulasi kan 20 persen, Jadi paling banyak 5 (peserta Pilgub),” katanya.
Kendati demikian, pihaknay tidak mempersoalkan sampai pada jumlah kandidatnya. Terpenting bagi KPU kata dia, pencalonan itu memenuhi syarat. “Tapi kalau dari kita berapa pun calon yang akan berkontestasi yang memenuhi syarat itu bagi kita teman-teman dari sisi penyelenggara tidak punya (persoalan) terkait itu yang pasti teman-teman partai politik atau masing-masing calon kepala daerah nanti memenuhi syarat. Karena kan selain itu ada independen,”jelasnya.
“Kalau kita sebagai penyelenggara tidak mungkin kita memberi jawaban terkait dengan itu karena itu nanti bisa digiring adanya keberpihakan,” tambah dia.
Dia menjelaskan bahwa maksimal peserta pemilu sebanyak 5 kandidat. Hitungan tersebut sudah disertai dengan pencalonan jalur perseorangan.
“Yang pasti regulasi jumlah kursi di parlemen itu 25 persen yang bisa mengusung. (5 kandidat Pilkada) bisa karena kan umpama 4 yang mengusung berdasarkan jumlah perolehan kursi tapi ada juga yang suara partai dan itu memenuhi kuota,” bebernya.
Sebelumnya, KPU telah menerbitkan PKPU tentang tahapan dan jadwal Pilkada serentak 27 November 2024 mendatang. (jun/rif)
