MAKASSAR, BKM — Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sulsel Agus Salim telah memulai tugasnya pada hari Kamis (18/4). Di hari pertama masuk kantor, ia menggelar acara halalbihalal sekaligus sebagai perkenalan diri bersama Ketua Ikatan Adhyaksa Darmakarini (IAD) Wilayah Sulsel Fauziah Agus Salim.
Hadir dalam acara ini Wakajati Sulsel Zet Tadung Allo, para Pejabat Utama Kejati Sulsel, kajari se-Sulselserta para pegawai Kejati Sulsel dan pengurus IAD Wilayah Sulsel. Halalbihalal juga diikuti secara virtual oleh seluruh jajaran Kejari dan Cabjari se-Sulawesi Selatan
Dalam sambutannya, Agu Salim mengatakan bahwa dirinya ingin memulai kerja dengan halalbihalal, yang bertujuan untuk mempererat silaturahmi dan meningkatkan etos kerja dan kerja sama yang lebih baik dan solid. Kajati mengharapkan kepada jajarannya agar dapat sevisi dan sefrekuensi dalam menakhodai Kejati Sulsel guna menghasilkan kekompakan, mempertahankan prestasi yang telah dicapai Kejati Sulsel, bila perlu ditingkatkan.
Untuk mencapai kesuksesan kerja tersebut, Agus Salim berpesan agar segenap jajarannya banyak rendah hati agar bermanfaat bagi orang lain. ”Hal ini sesuai pesan Jaksa Agung yang menyampaikan agar kejaksaan senantiasa hadir di tengah-tengah masyarakat,” kata Agus Salim.
Diakui, dari berbagi survei menunjukkan, saat ini tingkat kepercayaan masyarakat terhadap lembaga kejaksaan menunjukkan paling dipercaya. ”Untuk itu mari kita tetap menjaga integritas, bekerja secara profesional dan tetap netral dalam pelaksanaan Pemilukada,” ujar Agus Salim.
Menjadi Kajati Sulsel, Agus Salim menggantikan Leonard Eben Ezer Simanjuntak yang mendapat promosi dengan jabatan eselon satu menjadi Staf Ahli Jaksa Agung Bidang Hubungan Antarlembaga dan Kerja Sama Internasional Kejaksaan RI.
Agus Salim adalah putra Palopo, Sulawesi Selatan. Ia merupakan alumni 1988 Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar. Sebelum menjabat Kajati Sulsel, Agus Salim adalah Kajati Sulawesi Tengah di Palu.
Agus Salim merupakan salah satu putra terbaik Sulsel yang mengawali karir di Cabang Kejaksaan Negeri (Cabjari) Makassar di Pelabuhan. Track recordnya sangat cemerlang. Ia pernah bergabung di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Selama delapan tahun di lembaga antirasuah itu, dirinya menangani beberapa kasus menonjol dan menyita perhatian publik. Salah satunya perkara korupsi Wisma Atlet. Setelah dua priode perjalanan Agus Salim di KPK, ia kemudian kembali bertugas di Kejaksaan Agung dan dipercaya sebagai Kepala Kejaksaan Negeri Luwu di Belopa. (yus)
