Site icon Berita Kota Makassar

Pangkostrad Harap Sulsel Jadi Lumbung Pangan Nasional

GOWA, BKM — Pangkostrad, Letjen TNI Muhammad Saleh Mustafa sangat yakin Provinsi Sulawesi Selatan bisa menjadi daerah lumbung ketahanan pangan nasional.
Keyakinan itu dilandasi rasa optimismenya setelah melihat potensi pengembangan pangan hortikultura di Sulsel salah satunya Kabupaten Gowa yang cukup bagus.

Keyakinan itu diungkapkan Pangkostrad Letjen TNI Muhammad Saleh Mustafa saat hadir di Gowa dalam rangkaian sertijab Panglima Divisi Infanteri (Pangdivif) 3 Kostrad di Pakkatto, Desa Nirannuang, Kecamatan Bontomarannu, Kabupaten Gowa, Rabu (17/4).
Pangkostrad mengatakan, potensi Sulsel sebagai lumbung pangan nasional cukup tinggi sebab sejauh ini pengembangan sejumlah program unggulan TNI khususnya Kostrad di sektor pertanian dan lainnya cukup gencar.
”Kemarin saya meresmikan kurang lebih ada 7 titik air yang ada di Sulsel. Secara total keseluruhan ada 80-an titik sumber air yang sudah kita (Kostrad) buat. Dan untuk itu mungkin nanti kita akan kembali memprioritaskan program yang arahnya bagaimana menjadikan Sulawesi Selatan ini sebagai lumbung pangan nasional,” kata Letjen TNI Muhammad Saleh Mustafa yang hadir di Gowa bersama Pj Gubernur Sulsel, Bahtiar Baharuddin, Kapolda Sulsel, Irjen Pol Andi Rian R Djayadi, para perwira tinggi TNI dari AU dan AL, Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan serta Wali kota Makassar, Moh Ramdan Pomanto usai sertijab pejabat lama dan pejabat baru Pangdivif 3 Kostrad dari Mayjen TNI Choirul Anam kepada Brigjen TNI Bangun Nawoko.

Di hadapan para petinggi pemerintahan dan satuan TNI yang hadir, Pangkostrad Letjen TNI Muhammad Saleh Mustafa mengatakan Kostrad akan terus menggelorakan program unggulan sektor pertanian.
Hal itu dilakukan sebagai upaya melaksanakan Kemanunggalan TNI AD khususnya Kostrad yang lebih baik sesuai arahan Panglima TNI serta Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) yang telah berjalan selama ini.
Sementara itu, Pj Gubernur Sulsel, Bahtiar Baharuddin, mengatakan, dulu Sulawesi Selatan pernah jadi lumbung pangan nasional itu beberapa tahun kemarin, kemudian sekarang sudah berganti sama Jawa Timur.
”Saya berharap nanti ke depan Sulawesi Selatan khususnya di daerah sekitar Bone, Gowa dan lainnya kembali menjadi sumber pangan nasional. Dan keberadaan Divisi Infanteri 3 Kostrad selama ini sangat membantu masyarakat untuk membangun daerah di berbagai bidang. Karena itu, saya benar-benar mengucapkan terimakasih. Apalagi kita hari ini kedatangan langsung Pangkostrad maka di sini menunjukkan bahwa kami pemerintah daerah menjadi bagian dari energi dan berkolaborasi bekerjasama untuk membangun daerah ini. Terimakasih Pak Pangkostrad dan terimakasih kepada Pak Mayor Jenderal Choirul Anam dan pejabat yang baru Pak Brigadir Jenderal Bangun Nawoko, tentu kami sangat terbuka terkait dengan ketahanan pangan ini apalagi persis dengan program kita,” sebut Pj gubernur Sulsel.
Dikatakan Bahtiar, pangan itu jangan diidentikkan hanya tanaman pangan itu saja. Tapi semuanya yang terkait soal ketersediaan sumber makanan adalah tergolong pangan.

”Sumber makanan itu berasal dari tumbuh-tumbuhan maupun hewan. Jadi bisa sumbernya peternakan bisa juga sumbernya perikanan, kelautan maupun tumbuh-tumbuhan. Termasuk salah satunya adalah jagung maupun holtikultura lainnya. Saat ini, kami sedang berupaya keras menjadikan Sulsel sebagai sumber komoditi unggulan. Misalnya kita sudah mendorong sebagai pusat pengembangan pisang. Juga budidaya cabai. Ada 200 juta benih cabai kita bagi tahun ini. Ada 100 juta benih ikan nila kita bagi ke seluruh sungai di daerah ini. Juga ada 3 juta bibit pohon sukun, 2 juta bibit pohon nangka dan bibit bawang putih serta tanaman hortikultura lainnya,” tambah Bahtiar.
Diakuinya, ketahanan sebuah daerah ataupun negara adalah ketika memiliki sumber makanan yang cukup.
”Nah, jadi bukan sekadar kita memenuhi tapi memang kita mau menjadi sumber kekuatan masyarakat. Potensi sosial itu adalah bidang pertanian, peternakan, perikanan. Insya Allah untuk melancarkan program itu semua tentunya pasti kami selaku pemerintah akan selalu bersinergi dengan TNI, khususnya Kostrad,” terang Pj gubernur Sulsel ini.
Bahtiar juga mengatakan, untuk ketiga kalinya nanti, akan ada beberapa benih tanaman hortikultura yang akan bagikan lagi. Seperti tanaman cabai.

Menurut Pj gubernur Sulsel, komoditi tanaman cabai ini sangat luar biasa potensinya dan area penanamannya pun cukup luas sekali. Salah satu daerah yang akan jadi target pengembangan cabai adalah Kabupaten Gowa.
”Nanti kita akan mendukung dan apa yang bisa kami kerjasamakan dengan Kostrad akan kami lakukan. Sekali lagi atas nama masyarakat dan pemerintah daerah terimakasih buat Kostrad dan jajaran Divif 3 di Gowa khususnya yang selama ini menjadi bagian penting dalam membangun Sulsel, ” ungkap Pj Gubernur Sulsel. (mir)

Exit mobile version