MAKASSAR, BKM–Siswa tamatan sekolah menengah atas (SMA) yang hendak bekerja tanpa melanjutkan kuliah diberi kesempatan oleh Pemerintah Kota Makassar untuk menjadi Capon Aparatur Sipil Negara (CASN) tahun 2024 ini.Pemkot mendapat 3.000 kuota untuk formasi tamatan SMA.
Dari angka tersebut, sebanyak 500 kuota akan dipenuhi melalui perekrutan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dan sisanya melalui perekrutan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).
Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Makassar, Akhmad Namsum menerangkan, pihaknya sudah melaporkan rencana perekrutan CASN ini kepada Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan ‘Danny’ Pomanto.
Khususnya untuk rincian formasi PPPK yang akan direkrut, kata Akhmad Namsum, pihaknya menunggu petunjuk pimpinan seperti apa mekanismenya.
“Untuk pengajuan perincian formasi terkait P3K 2024, kami hari ini (kemarin) minta petunjuk dari pimpinanalokasi formasi yang dikasih seperti apa,” ungkap Akhmad Namsum usai bertemu Wali Kota Makassar, Selasa (23/4) di kediaman pribadi wali kota, Jalan Amirullah.
Dia mengatakan, untuk menyesuaikan semua formasi dan jurusan dengan kuota yang tersedia cukup sulit. Namun dia berjanji akan memaksimalkan semua kebutuhan yang ada di masing-masing-masing OPD.
Selain itu, sesuai arahan wali kota, dalam perekrutan CASN tahun ini, khususnya pada PPPK, akan diprioritaskan pada tenaga Laskar Pelangi yang berprestasi dan berdedikasi, memiliki kinerja yang baik, serta sudah lama mengabdi di Pemkot Makassar.
Pemkot Makassar juga akan membuka ruang bagi tamatan SMA untuk ikut seleksi karena ada sekitar 300 kuota yang akan disiapkan.
“Jadi kami juga buka ruang untuk tenaga administrasi tamatan SMA. Kami mengusulkan sekitar 300 orang untuk disebar di semua OPD maupun pemerintah Kecamatan dan kelurahan,” ungkapnya.
Akhmad Namsum menambahkan, khusus untuk lulusan Hukum, Pemkot Makassar tidak mengalokasikan kuota di PPPK karena tidak ada sistem untuk Makassar.
“Untuk PPPK satu jurusan, seperti hukum, itu tidak ada di sistem untuk di Makassar. Berarti biar dipaksakan itukan tidak bisa,” tegas Akhmad Namsum.
Sementara Wali Kota Makassar Danny Pomanto menekankan ke BKPSDM untuk melaksanakan seleksi CASN secara profesional dan transparan.
Khusus perekrutan tenaga PPPK dari Laskar Pelangi, seperti yang disampaikan beberapa kali, dia mau yang terpilih betul-betul memiliki integritas dan kinerja yang baik.
“Pokoknya perjuangkan Laskar Pelangi yang punya integritas dan kinerja yang baik. Perjuangkan itu jadi ASN. Perhatikan baik-baik itu,” tegas Danny. (rhm)
