MAKASSAR, BKM — Tercatat ada tujuh politisi perempuan yang saat ini dinilai layak untuk bertarung pada kontestasi pemilihan wali kota dan wakil wali kota Makassar yang dihelat pada 27 November mendatang.
Mereka adalah Fatmawati Rusdi dan Andi Rachmatika Dewi dari Partai Nasdem. Indira Yusuf Ismail, Risfayanti Muin dan Andi Suhada Sappaile dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Sri Rahmi dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS), dan Nunung Dasniar dari Partai Gerindra.
Sebelumnya, ada pula nama politisi Partai Amanat Nasional (PAN), yakni Nurkanita Maruddani. Namun informasi terakhir menyebutkan, putri Ketua DPW PAN Sulsel Ashabul Kahfi ini akan bertarung di Pilbup Bantaeng dan diwacanakan berpasangan dengan sang petahana, yakni lhamsyah Azikin dari Nasdem.
Sebagai bentuk keseriusan untuk berkontestasi di Makassar, para kandidat massif memasang alat peraganya masing-masing. Baliho Fatmawati dan Indira telah masuk hingga ke lorong-lorong yang ada di Kota Makassar.
Ketua DPW Nasdem Sulsel Rusdi Masse menegaskan, biarlah masalah dukungan itu mengalir dengan sendiri, namun bukan berasal dari dirinya.
Legislator PPP Makassar Rahmat Taqwa menyebut nama Indira Yusuf Ismail layak bertarung di Pilwali Makassar.
Dalam catatan koran ini, Pilwali Makassar yang digelar tiga kali terakhir menempatkan perempuan pada posisi 01 atau calon wali kota, maupun posisi 02 atau calon wakil wali kota.
Pada Pilwali Makassar 2013 lalu, pasangan Mohammad Ramdhan (Danny) Pomanto-Syamsu Rizal MI (Deng Ical) mengalahkan pasangan Apiaty Kamaluddin Amin Syam-Zulkifli Gani Ottoh yang hanya mampu meraih posisi kedelapan, setelah pasangan Irman Yasin Limpo (None)-Busrah Abdullah, Tamsil Linrung-Das’ad Latif, Supomo Guntur-Kadir Halid, Muhyina Muin-Syaiful Saleh, Rusdin Abdullah-Patarai, serta pasangan Adil Patu-Isradi Sainal.
Apiaty yang kini masih tercatat sebagai anggota DPRD Makassar hanya mengalahkan pasangan Erwin Kallo-Hasbi Ali dan pasangan Herman-Latif Bafadal.
Pada Pilwali 2008, pasangan Munafri Arifuddin (Appi)-Andi Rachmatika Dewi (Cicu) gagal memenangkan Pilwali Makassar, meski pasangan Danny-Indira Mulyasari tak diloloskan oleh penyelenggara sebagai peserta.
Berikutnya pada Pilwali 2020, pasangan Danny-Fatmawati Rusdi unggul dari pasangan Appi-Abd Rahman Bando, pasangan Deng Ical-dr Fadli Ananda serta pasangan None-Andi Zunnun Nurdin Halid.
Hasil Pileg 14 Februari lalu, Partai Nasdem meraih delapan kursi, Golkar, PKS dan Gerindra masing-masing meraih enam kursi. PKB, PDIP dan PPP masing-masing meraih 5 Kursi. Sementara PAN, Demokrat masing-masing tiga kursi. Adapun Hanura dua kursi serta Perindo satu kursi.
Pemerhati politik yang juga Direktur Eksekutif PT Indeks Politika Indonesia (IPI) Suwadi Idris Amir, menegaskan bahwa Pilwali Makassar begitu menarik, karena diincar banyak figur perempuan. Yang paling santer didengar akan maju yaitu istri Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan Pomanto atau perwakilan dari petahana. Kedua adalah mantan wakil wali kota yang terpilih sebagai anggota DPR RI Fatmawati Rusdi.
“Keduanya (Indira-Fatma) memang figur perempuan yang pasti diperhitungkan karena ada kekuatan besar di belakangnya. Indira suaminya wali kota, sementara Fatmawati sebagai istri RMS yang memiliki persiapan bertarung yang sangat kuat membuat Pilwali menjadi menarik,” ujar Suwadi, Kamis (25/4).
Lantas, apakah mereka ngotot maju sebagai 01 atau 02? “Kalau dilihat potensinya, pasti keduanya layak maju sebagai calon wali kota,” tegasnya.
Untuk kandidat wali kota dari kalangan pria, lanjut Suwadi, tentu Appi lebih berpotensi. Bila Fatma maju, maka Rudianto Lallo yang juga disebut-sebut akan maju, bakal tak muncul. Kondisi ini membuka ruang bagi kandidat lain, seperti Najmuddin dan Andi Seto Gadista Asapa yang pindah dari Sinjai ke Makassar. Begitu pula dengan Rahman Bando dan Rusdi Abdullah yang akan kembali muncul,” jelasnya.
Untuk posisi 01, menjadi pekerjaan rumah bagi Fatma dan Indira, apakah masyarakat kota ini menginginkan mereka berdua. Potensi untuk menang cukup terbuka bila lawan-lawannya dari kamu pria tidak terlalu kuat. Sebaliknya, bila lawannya kuat, maka posisi sebagai calon perempuan menjadi berat. Selama ini pihak laki-laki yang berpeluang, yakni Munafri Arifuddin dan Rudianto Lallo.
“Berdasarkan data kami, Appi masih tertinggi untuk memenangkan Pilwali. Sementara figur perempuan lain seperti Sri Rahmi, Andi Suhada bisa muncul sebagai 02 di luar Fatma dan Indira,” pungkas Suwadi. (rif)
