Site icon Berita Kota Makassar

Marzuki Wadeng Bantah Nama Nurhaeni Dicoret Sebagai Kandidat

MAKASSAR, BKM–Dewan Pimpinan Daerah (DPD) I Partai Golkar Sulsel menanggapi soal pencoretan nama Ketua DPRD Palopo yang juga kader Golkar Nurhaeni, sebagai bakal calon kepala daerah.
Hal itu disampaikan Sekertaris DPD I Partai Golkar Sulsel Marzuki Wedang. Marzuki mengatakan bahwa Partai Golkar memiliki mekanisme yang ketat dalam menugaskan kader sebagai bakal calon kepala daerah.

“Tidak semua kader yang diusulkan menjadi bakal calon kepala daerah atau wakil kepala daerah otomatis akan ditetapkan sebagai calon,”ujar Marzuki, Jumat (26/4).
Marzuki pun mengaku akan mempertimbangkan masukan pencoretan nama Nurhaeni dari bursa bakal calon jika tidak memenuhi syarat yang telah ditetapkan partai. “InsyaAllah Partai Golkar sangat selektif, Terimakasih dek”, Lanjutnya.
Marzuki menjelaskan, syarat agar kader dapat diusung menjadi bakal calon kepala daerah ialah harus melalui mekanisme survei yang dilakukan secara berulang.
“Melalui mekanisme survei, dan sekarang sudah mulai jalan yang dilakukan oleh DPP Golkar, masih terbuka kemungkinan diusung atau tidak diusung tergantung hasil survei dan ini bukan hanya sekali tapi beberapa kali,” tutupnya.

Sebelumnya, Partai Golkar diminta agar lebih berhati-hati dalam mengusung kader pada perhelatan pemilihan kepala daerah November mendatang.
Hal itu setelah kursi Ketua DPRD Sulsel yang selama bertahun-tahun diduduki kader Golkar kini diambil alih Partai Nasdem. Tumbangnya partai berlambang pohon beringin ini di DPRD Sulsel juga terjadi di DPRD Kabupaten/Kota lainnya.
Di Kota Palopo misalnya, walaupun Partai Golkar mampu mempertahankan enam kursi, namun harus berpindah ke Partai Nasdem, lantaran kalah jumlah suara.
Lepasnya kursi Ketua Partai Golkar di Palopo merupakan kali kedua Golkar kehilangan kursi Ketua di DPRD, setelah sebelumnya terjadi di Makassar. Kini kejayaan Golkar hanya tinggal di Kota Parepare.

Hal tersebut membuat Partai Golkar diminta untuk melakukan evaluasi secara total, jika tak ingin kehilangan pengaruh sepenuhnya di tiga Kota yang ada di Sulsel.
Di Makassar, Partai Golkar yang sudah kehilangan kursi Ketua sejak 5 tahun lalu, terlihat solid mengusung Munafri Arifuddin sebagai calon tunggal di Pilwali. Namun, di Palopo ada dua nama kader yang berpotensi maju di Pilwali yakni Hj Nurhaeni yang juga Ketua DPRD Palopo, dan Rahmat Masri Bandaso (RMB) mantan Wakil Wali Kota Palopo.
RMB merupakan Ketua DPD II Partai Golkar Palopo, dan sukses mempertahankan enam kursi, walau kursi Ketua DPRD Palopo harus direlakan ke Partai Nasdem. Sementara Nurhaeni gagal terpilih menduduki kursi di DPRD Sulsel. (jun/rif)

Exit mobile version