MAKASSAR,BKM–Program Jappa Rong atau Jalur Program Pembangunan Anak Lorong dan Program Sentuh Hati terus bergulir di sejumlah kelurahan serta kecamatan di dalam kota Makassar.Bahkan dalam sentuh hati tersebut, antusias warga menyampaikan keluhannya sangat besar.
Seperti halnya saat Kepala Kecamatan Kepulauan Sangkarrang Andi Asdhar didamping Ketua TP PKK Kecamatan Sangkarrang Darmawati serta Lurah Barrang Lompo Hurniati melakukan sentuh hati bersama warga RT 01,RW 03,Sabtu (27/4).
Menurut Andi Asdhar,Kelurahan Barrang Lompo memiliki empat RW dan 21 RT serta merupakan ibukota kecamatan.Semua program Pemkot Makassar seperti Lorong Wisata, Sentuh Hati dan Jappa Rong serta program lainnya direspon baik oleh masyarakat.
Hal senada juga dikatakan Lurah Barrang Lompo Hurniati, bahwa di rumah yang digunakan sentuh hati, telah mengelola dana yang dulunya hanya Rp20 sampai Rp140 juta, tahun ini sudah bisa mencapai Rp1 miliar dan ini menjadi percontohan se Sulsel.”Saya ucapkan terima kasih kepada masyarakat apa yang dilakukan.Termasuk Barrang Lompo menjadi juara 2 pengelolaan TPS 3R se kota Makassar.Kita terus berusaha menyelesaikan sampah setiap harinya bersama masyarakat, penjabat ketua RT dan RW.Sebab jika sampah di bawah ke kota Makassar butuh biaya besar.Olehnya itu, kita kompak mengelolah sampah itu dengan baik dan dijual di Makassar menghasilkan uang,”jelas lurah.
Lurah juga menjelaskan soal anak-anak yang ‘kecanduan’ bermain game hingga mereka lupa waktu.Olehnya itu, pihaknya senantiasa sentuh hati ke siswa agar membatasi waktunya bermain game jangan begadang lagi.
Sementara itu, salah seorang warga bernama Muhiddin RT 01 RW 03 mengatakan, sebelum ada sentuh hati, anak remaja serta beberapa warga terus begadang dan karaoke,tetapi setelah penjabat ketua RT/RW turun tangan maka itu bisa diatasi.”Kita sudah kasih batas jam 11 malam.Dulu sampai pagi sehingga mengganggu warga yang beristerahat,”tambahnya.
Camat Sangkarrang Andi Asdhar juga menegaskan, kalau kegiatan sentuh hati sangat positif karena menyerap aspirasi masyarakat.Bukan hanya persoalan anak remaja juga kebersihan dan menjaga wilayah selalu bersih, aman dan tentram. Banyak program pemkot sangat baik seperti program Jagai Anak ta, orang tua bisa menjaga anaknya menyuruh anaknya pulang jika larut malam. Hal ini juga bekerja sama dengan kelurahan, PKK serta pj ketua RT/RW.
Sedangkan perwakilan dari pemuda bernama Sampe berharap agar anak yang bermain game jangan dilarang tetapi dibina dengan baik ke hal yang positif.Apalagi sudah ada komunitas pemain game yakni Avatar Sport yang setiap kecamatan sudah ada sehingga bisa menghasilkan.Tingga harus tetap dikawal.”Avatar Sport merupakan wadah untuk melakukan kompetisi para pemain game sehingga bisa bernilai positif dan mendatangkan keuntungan,”harapnya.
Mrnyikapi hal itu, Camat Andi Asdhar menegaskan jika Avatar Sport setiap kecamatan ada dan banyak manfaat kalau masuk dikompetisi.Hanya saja memang masih banyak anak-anak menggunakan game tidak teratur dan hanya begadang.Olehnya itum,perlu bantuan orang tua untuk menjaga anaknya.
Keluhan lain dari warga seperti dari Habiba yang meminta bantuan sapu, tempat sampah dan sekop sampah.Termasuk Oda perwakilan Sekretaris PKK Kecamatan yang meminta penurunan stunting, mamaksimalkan penataan di lorong ,penanam cabai serta berharap sama sama mensukseskan dan menjalankannya.
Menyikapi permintaan tersebut, Ketua TP PKK Kecamatan Sangkarrang Darmawati serta Lurah Barrang Lompo Hurniati mengatakan, jika anggaran pengadaan tempat sampah, sapu tidak ada dari Pemkot Makassar. Perlangkapan kebersihan hanya untuk petugas kebersihan.Untuk itu, diharapkan warga menyiapkan sendiri sehingga kebersihan lorong warga lebih maksimal.Apalagi sudah ada Bank Sampah dan pemilahan sampah yang menghasilkan Rp3-5 juta sampah daur ulang, dulu terabaikan sudah ada nilainya.
Begitupun stunting, dulu masih ada 137 anak stunting, tapi berkat pendekatan kecamatan, kelurahan dan TP PKK tahun ini turun menjadi 58 orang.”Meski masih tinggi kita terus bekerja sentuh hati. kita disini penghasil ikan.Tapi ketika anaknya tidak mau makan dibeli jajanan yang tidak sehat.Intinya kasih makan ikan dan daun kelor.Itupun tergantung SDM ibu-ibu,”tegasnya.
Warga lainnya yakni Muhammad Ikbal dan Ardiansyah juga berharap adanya program mengantisipasi narkoba serta pembenahan lorong terus dilakukan setiap tahun serta sentuhan dari intansi terkait dan terus bisa melakukan pendekatan warga untuk mempercantik lorong wisatanya.(jul)
