Site icon Berita Kota Makassar

Pecahkan Masalah Warga Mariso Lewat Sentuh Hati

MAKASSAR,BKM–Sejumlah camat di kota Makassar memaksimalkan melakukan kegiatan Sentuh Hati yang merupakan instruksi Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto untuk melakukan pendekatan pemerintah kota ke warganya.Salah satunya mendengar aspirasi, keluhan dan saran dari warga.

Seperti yang dilakukan Kepala Kecamatan Mariso, Aswin Kartapati Harun didampingi Lurah Kampung Buyang, Sattubo serta seluruh lurah se Kecamatan Mariso saat melakukan kegiatan Sentuh Hati di Jappa Rong atau Jalur Program Pembangunan Anak Lorong bersama warga di Jalan Falamboyang, RW 04, Kekurahan Kampung Buyang, Kecamatan Mariso di kebun Kelompok Wanita Tani (KTW) Buyang Berseri lorong wisata Laatzen,Jumat (26/4).

Menurut Camat Mariso, Aswin Kartapati Harun, Sentuh Hati salah satu idikator penilaian kinerja camat dan lurah.Setiap hari harus ada tujuh rumah warga diketuk untuk menanyakan apa masalah yang belum terpecahkan dan apa ide warga.
“Program sentuh hati sudah lama ada sejak digagas Bapak Wali Kota Makassar.Hal ini bertujuan agar pemerintah dekat dengan warganya guna menyerap aspirasi warga.Apalagi, setiap wilayah berbeda-beda masalah dan kebutuhannya sehingga camat dan lurah tidak saja di kantor tetapi harus turun menemui warganya untuk sama sama mencarikan solusi untuk setiap permasalahan sosial yang ada,”tegas camat.

Apalagi, ujar camat, Kecamatan Mariso juga melaksanakan Gerakan Penyamaian Bibit Cabai sebanyak 13.000 bibit.Hal ini harus dikawal sampai Juni agar bisa tumbuh 13 ribu pohon.Agar memiliki daya tahan terhadap suatu inflasi.
Sementara itu, Lurah Kampung Buyang Sattubo menambahkan, kalau selama ini program sentuh hati sudah dilakukan setiap minggu untuk melihat permasalahan dan keluh kesah dari warga. Setelah beberapa pekan turun ke warga keluhan warga rata-rata meminta bantuan sosial, perbaikan drainase, dan pemangkasan pohon di sepanjang dinding Hotel Gammara karena daunnya banyak turun di longwis, sehingga warga kesulitan untuk membersihkan setiap hari.
Dalam sentuh hati, salah seorang warga bernama Ramlah Puji berharap agar warga diberikan sosilisasi cara memilah sampah agar bernilai ekonomis, butuh gerobak dan alat untuk bekerja bakti.Sebab kalau mengangkat sampah harus turun ke dalam got dan drainase.
Warga lainnya bernama Dg Sikki dan H Handra rata-rata mengadukan tersumbatnya drainase di lorong wisata dan daun pohon dari tembok Hotel Gamara berjatuhan di lorong wisata setiap hari akibat warga tiap hari membersihkan duan pohon tersebut.

Menyikapi keluhan warga tersebut, Camat Mariso Aswin Kartapati Harun dan Lurah Sattubo mengatakan kalau semua sampah dibuang di TPA akan penuh.Olehnya itu, dibutuhkan partisipasi aktif masyarakat melakukan pemilahan, apalagi pihaknya telah menerima penghargaan dari Unisco di Rusunawa yang bisa jadi percontohan.
“Kita akan bantu jangan berharap pemerintah, sebab banyak perusahaan bisa membantu dengan dana CSRnya.Bahkan Bapak Wali Kota punya keinginan menambah fasilitas pengangkutan sampah tahun ini.Insyaallah tugas pemerintah memberikan fasilitasi ke warganya terus dimaksimalkan,”ujar camat.
Camat menambahkan,pihaknya juga akan menyampaikan ke Hotel Gamara agar memangkas cabang pohon di tembok yang menjalar ke lorong wisata dan soal sampah dalam drainase pihaknya akan menurunkan Satgas drainase Kecamatan Mariso untuk membersihkan.
Sementara para penjabat ketua RT/RW dan para KWT serta LPM tetap mendukung program Jappa Rong dan pemerintah Kota Makassar. Salah satunya gerakan menanam bibit cabai perdana di Longwis Laatzen dan di KWT Anugerah Jalan Nusa Indah RW 03 dan tinggal menunggu perkembangan tanaman cabai kurang lebih dua Minggu sebelum pemindahan bibit ke polibag besar. Ini dikoordinir langsung tim penyuluhan dari Dinas Pertanian Kota Makassar Hamka dan Abd Gafar serta Maliki.(jul)

Exit mobile version