BULUKUMBA, BKM — Anggaran rehabilitasi sekolah di Bulukumba dari tahun 2022 sampai 2024 mengalami peningkatan signifikan dari Dana Alokasi Khusus (DAK), Dana Alokasi Umum (DAU) mandatori. Anggaran DAK pendidikan tahun 2022 sebesar Rp9 Miliar, tahun 2023 sebesar Rp37 Miliar dan tahun 2024 sebesar Rp52 Miliar. Peningkatan ini, membuktikan komitmen dan perhatian pemerintah pusat ke Kabupaten Bulukumba sangat besar.
Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Andi Buyung Saputra mengatakan Pemkab Bulukumba menggenjot pembangunan sarana Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) percontohan. Pembangunan TK Pertiwi Tanete menjadi prototype atau gambaran PAUD ke depan.
“Dengan peningkatan ini maka pembenahan fisik sektor pendidikan mendapatkan dana sharing berkat penyajian data yang akurat melalui Dapodik dan kebijakan politik anggaran Bupati Bulukumba,” jelasnya.
Kondisi ini jelas dia memberikan perhatian khusus pada pendidikan anak usia dini karena merupakan wajah masa depan Bulukumba. Jika dari awal pembelajaran dan fasilitas sudah memadai, tentu akan meningkatkan minat sekolah yang lebih tinggi.
“Kami juga sudah menghapuskan tes tertulis masuk SD, sehingga anak-anak tidak terbebani dengan hafalan. Orang tua mereka bisa dengan leluasa memilih sekolah yang dianggap baik dan dekat dari tempat tinggal,” kata Andi Buyung.
Mutu kurikulum dijaga dengan membuat kelompok belajar para guru, agar paradigma pembelajaran berubah. Dia berharap tidak ada lagi guru dan pengawas yang tidak paham teknologi, pembelajaran dan materi di sekolah lebih banyak diskusi, vokasi dan praktek nyata.
“Makanya metode hafalan dikurangi, sebaliknya mengembangkan pertanyaan analisa. Sehingga akan memantik siswa dalam berliterasi dan berani memiliki pendapat sendiri,” tukasnya.
Disdikbud Bulukumba memasifkan program satu siswa satu tanaman produktif. Dengan begitu, setiap siswa di sekolah diwajibkan memiliki satu tanaman produktif jangka pendek. Seperti cabai, terong dan tomat yang hasilnya nanti bisa dimanfaatkan para warga sekolah.
“Tujuannya menumbuhkan rasa tanggung jawab dan jiwa wirausaha akan hasil yang dicapai. Sampai dengan hari ini, ada satuan pendidikan yang sudah mengembangkan dalam bentuk hidroponik dan menghasilkan,” kata Andi Buyung.
Bahkan guru honorer untuk daerah pulau Liukang, diberikan tunjangan stimulan. Lalu tunjangan bendahara sekolah yang selama ini tidak ada dari dana DAU mandatori, serta melakukan pelatihan peningkatan kapasitas terhadap kepala sekolah, bendahara sekolah dan pengawas yang dilakukan melakui dana DAU bidang pendidikan. Tujuannya agar tidak membebani lagi Dana BOSP yang harusnya diperuntukkan khusus dan maksimal pada sekolah.
Andi Buyung berpandangan salah satu cara mengukur kinerja atau capaian pendidikan adalah dengan data. Menurutnya, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Bulukumba, dari tahun 2021 sampai 2023 mengalami trend yang positif. Peningkatan IPM Bulukumba, menjadi bukti keseriusan Disdikbud dalam mengejawantahkan visi misi pemerintah daerah.
Berdasarkan data yang ada, IPM Bulukumba tahun 2021 berada di angka 69,62 persen, tahun 2022 di angka 70,34 persen dan tahun 2023 di angka 71,21 persen. Di tahun 2023, angka ini masuk zona hijau.
“IPM kita sudah berada di zona hijau selama kurun waktu dua tahun belakangan ini. Pertama kalinya Kabupatem Bulukumba berada di angka 70 persen dan trendnya naik di tahun 2023,” kata Andi Buyung.
(rls)

