MAKASSAR, BKM–Ada dua anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Selatan yang dinilai layak untuk bertarung pada pemilihan bupati (Pilbup) Kabupaten Maros.
Keduanya adalah Wakil Ketua DPRD dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Muzayyin Arif dan Anggota Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) Andi Muhammad Irfan AB. Hanya saja bupati Chaidir Syam sudah mendapat rekomendasi dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PAN untuk kembali maju di Pilbup mendatang.
Bahkan rekomendasi DPP PAN untuk Chaidir diminta tetap berpasangan dengan wakil bupati saat ini Suhartina Bohari sehingga menutup peluang Irfan AB.
Berbeda dengan Muzayyin yang telah mendapat dorongan dari Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PKS Sulsel M Amri Arsyid untuk maju di Pilbup Maros.
Amri Arsyid menuturkan, kaderisasi yang dilakukan selama ini harus menunjukkan progres. Mereka yang potensial didorong untuk menjadi pejabat publik. “Kader yang sudah menjadi pejabat publik, kita juga dorong ke level yang lebih strategis. Termasuk Pak Muzayyin yang kita siapkan jadi calon bupati,” ucap Amri, Minggu (12/5).
Amri baru menyebut tiga nama. Selain Muzayyin, ada Isnayani yang disiapkan di Pilbup Bulukumba dan Andi Akmal Pasluddin di Bone.
Komunikasi dengan parpol lain juga intens dilakukan, termasuk dengan Ketua DPW Nasdem Sulsel, Rusdi Masse.
Muzayyin mengakui bahwa pembicaraan mengenai Pilbup semakin intens dilakukan di internal PKS. Dia juga sudah bolak-balik Makassar-Jakarta untuk pembicaraan serius dengan DPP.
“Sebagai kader, saya taat arahan dari pimpinan partai,” ucap cucu dari Kyai Ahmad Marzuki Hasan, ulama karismatik kelahiran Kabupaten Sinjai yang merupakan pendiri pesantren Darul Istiqamah.
Namun, Muzayyin mengaku belum bisa berbicara lebih jauh sebab pembicaraan di tingkat pimpinan partai masih alot.
Bendahara DPW PKS Sulsel itu memprediksi akan ada pengumuman resmi dari partai dalam beberapa hari ke depan.
“Teman-teman mohon bersabar menunggu informasi. Saya juga masih menantikan perkembangan. Kita sama-sama menunggu,” pungkasnya. (rif)
