MAKASSAR, BKM–Pemerintah Kota Makassar melalui Dinas Perikanan dan Pertanian (DP2) Kota Makassar akan mengintensifkan pengawasan terhadap masuknya hewan-hewan kurban.Bahkan Pemkot sudah mempersiapkan pembentukan tim pengawasan dan pemeriksaan hewan kurban.
Hal tersebut dibenarkan Kepala Dinas Perikanan dan Pertanian Makassar, Evy Aprialty.Menurutnya, jika selama ini, pengawasan rutin dilaksanakan tiga bulan sekali, namun jelang Iduladha, pengawasan dan pemeriksaan akan diintensifkan.
Lebih jauh dikemukakan, rencananya pada 28 hingga 29 Mei mendatang, pihaknya juga akan melakukan sosialisasi dengan mengundang semua pengurus masjid, masyarakat, dan pemotong hewan kurban untuk diberi pemahaman bagaimana cara memotong hewan kurban yang baik.
Selain itu, juga akan dibentuk tim pemotongan hewan yang melibatkan Persatuan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Sulsel, termasuk dokter hewan di sejumlah universitas.
“Tujuh hari sebelum Hari Raya Kurban, kita akan mendatangi lokasi atau titik-titik penjualan hewan kurban dan melakukan pemeriksaan secara langsung,” ungkap Evy.
Sejauh ini, kata mantan Kepala Dinas Koperasi dan UKM Makassar itu, belum ada informasi yang diperoleh terkait wabah penyakit menular yang cukup mengkhawatirkan pada hewan. Baik itu antraks, penyakit mulut dan kuku (PMK), maupun penyakit Jembrana.
Jika ada yang ditemukan terjangku gejala penyakit, akan langsung ditindaklanjuti dengan dibawa ke Rumah Potong Hewan (RPH) untuk disembelih sesuai tengah aturan protokoler yang berlaku.
“Alhamdulillah, sejauh ini belum ada informasi terkait wabah. Masyarakat juga sudah paham apa yang harus dilakukan jika menemukan hewan kurban yang memiliki ciri-ciri penyakit,” ungkapnya.
Evy menambahkan, berdasarkan data dari DP2, kebutuhan hewan kurban sapi di Kota Makassar pada tahun lalu mencapai 5.000 ekor. Sementara untuk kambing sekitar 1.000 ekor.
Dia memperkirakan, tahun ini, kebutuhan hewan kurban warga Makassar lebih besar lagi mengingat kondisi ekonomi semakin baik pasca covid-19.
“Alhamdulillah daya beli masyarakat sekarang sudah sangat bagus. Kesadaran warga untuk berkurban juga semakin baik sehingga kami perkirakan kebutuhan meningkat dibanding tahun lalu. Di atas 5000 ekor lah,” tandas Evy. (rhm)
