MAKASSAR, BKM– Penjabat Gubernur Sulawesi Selatan, Bahtiar Baharuddin dan Direktur Fasilitas Pelayanan Kesehatan (Dirfasyankes) Kementerian Kesehatan, dr Aswan Usman melakukan peninjauan ke Proyek Rumah Sakit UPT Vertikal Makassar di Kawasan Center Point of Indonesia (CoI), Selasa (14/5).
Penjabat Gubernur Sulawesi Selatan, Bahtiar Baharuddin menyampaikan, keberadaannya di rumah sakit milik Kementerian Kesehatan ini adalah lahan hibah milik Pemprov Sulsel.
“Jadi ini adalah rumah sakit yang hadir atas kerjasama antara Pemda dengan Kementerian Kesehatan, beberapa waktu lalu Bapak Menteri Kesehatan berkunjung ke sini, ini merupakan salah satu ikon rumah sakit di Indonesia bukan hanya Sulsel,” terangnya.
Rumah sakit Vertikal untuk penanganan khusus otak, jantung dan kanker seperti ini hanya ada dua di Indonesia, satu di Surabaya. Rumah sakit ini yang bukan hanya pelayanan kesehatan tetapi juga terintegrasi dengan ekosistem wisata.
“Menangnya kita di sini adalah viewnya, laut di Pantai Losari. Ini kita kota serba sunset, memang di desain konsepnya rumah sakit kelas dunia. Jadi kalau sekarang berkembang di Malaysia rumah sakit sekaligus pariwisata,” ungkap Bahtiar Baharuddin.
“Kami sepenuhnya Pemprov punya tanggung jawab bagaimana sepenuhnya bagaimana memastikan nanti kawasan ini bisa berfungsi maksimal karena ada akses jalan menuju ke rumah sakit ini yang harus diselesaikan oleh Pemprov supaya nanti pada saatnya diresmikan oleh Bapak Presiden RI, itu akses jalan terpenuhi,” ucap Bahtiar.
Tadi temuannya juga ada aspirasi dari kawan-kawan Kementerian Kesehatan, fasilitas parkirnya harus selesai, supaya bisa dikerjakan. Lahan provinsi yang akan dijadikan direncanakan jadi tempat parkir.
“Ini semakin mengukuhkan posisinya sebagai kawasan yang penuh dengan ikon, kita sudah ada masjid Kubah 99, nanti juga ada rumah sakit terbaik view laut,” ujarnya.
Fasilitasnya langsung view kelaut, ada dermaga. Coba lihat rumah sakit di Indonesia yang ada fasilitas dermaganya, kan tidak ada. Sulsel ini adalah negeri kepulauan dan kita dikelilingi oleh pulau-pulau termasuk di provinsi lain. Ini rumah sakit keren banget. Orang tidak harus lewat darat. Bisa juga melalui udara karena ada helipad. Tugas saya memastikan program startegis nasional itu berjalan. Kalau ada hambatan kewajiban saya mencari solusinya.
“Insya Allah target Juli atau Agustus itu bisa tercapai,” tutup Bahtiar.
Sedangkan, Direktur Fasilitas Pelayanan Kesehatan (Dirfasyankes) Kementerian Kesehatan, dr. Aswan Usman menyebutkan, rumah sakit dibangun di atas lahan 6,2 hektar dengan total keseluruhan gedung 144 meter persegi.
Untuk saat ini sudah 150 hari pengerjaan dengan progres 78 persen. Ini direcanakan akan diresmikan oleh Presiden pada bulan Juli atau Agustus 2024.
Rumah sakit ini merupakan superhub rumah sakit di Indonesia khusus pelayanan otak, jantung dan kanker inilah rumah sakit yang menjadi pusatnya.
Ada pelayanan cancer yang canggih itu salah satunya nanti ditempatkan di sini. Dan itu sekarang cuma ada di Rumah Sakit Hasan Sadikin, salah satunya nanti di sini.
Masyarakat kita wajib berbangga karena kita mendapatkan rumah sakit yang betul-batul pusat pelayanan secara paripurna juga sebagai pusat pendidikan dan penilitian. Rumah sakit ini juga melayani BPJS. Tenaga kerja di rumah sakit ini untuk pembangunan infrastrukturnya. 1.100 tenaga kerja terserap dari Sulsel.
“Adapun luas lahan RS ini sekitar 6,2 hektare, sementara luas bangunannya mencapai 142 meter persegi yang dilengkapi dengan 3 tower. Lahan tersebut merupakan milik Pemprov Sulsel yang dihibahkan ke Kemenkes RI. Perencanaan awal RS ini akan dibangun 12 lantai, tetapi konstruksi bangunan RS tersebut bisa dimungkinkan hingga 15 lantai. Adapun anggaran untuk RS spesialis penyakit otak, jantung dan kanker itu sekitar Rp1,4 triliun, dengan desain yang sudah lengkap,” terang dr. Aswan Usman.
Kelebihan RS Vertikal di CoI, Makassar ini juga punya view yang menarik, karena lokasinya berdekatan dengan pantai dan juga beberapa pulau. Serta akses ke RS ini bisa melalui darat, udara dan laut. (jun)

