PINRANG, BKM — Beberapa hari terakhir viral di media sosial terkait arisan senilai Rp1 miliar yang dikelola oleh seorang selebgram di Bumi Lasinrang. Hanya saja belakangan muncul polemik, dan kini sedang diproses oleh aparat kepolisian.
Informasi yang dihimpun, arisan Rp1 miliar itu diikuti oleh 20 orang, dimana setiap nama diambil oleh member arisan senilai Rp50 juta untuk dibayarkan tiap bulannya. Ada pun biaya administrasi member untuk pengelola dibebankan Rp2 juta untuk setiap orang.
Namun seiring perjalanannya, arisan yang juga dikelola oleh anak ketua salah stau partai politik di Pinrang tersebut mulai macet saat memasuki bulan ketujuh arisan berjalan. Alhasil para member mulai ramai berkicau di media sosial menuntut pertanggungjawaban dari pengelola arisan.
Kanit Tipidter Satreskrim Polres Pinrang, Alfar yang dihubungi membenarkan, jika pihaknya memang telah menerima laporan dari salah satu member arisan miliaran tersebut.
“Iya betul ada laporan masuk terkait itu (arisan Rp1 miliar),” bebernya, Selasa (14/5).
Alfar mengungkapkan, soal arisan senilai Rp1 miliar tersebut pihaknya telah mendengarnya menjadi ramai menjadi perbincangan baru-baru ini. Dan untuk sementara, ia mengaku baru ada satu orang member yang melapor dan merasa dirugikan karena hal itu.
“Sejauh ini ada satu orang yang melapor. Kami masih tahap klarifikasi. Selanjutnya akan kami infokan kembali,” jelasnya.
Terpisah, salah satu member arisan Rp1 miliar berinisial, SC bercerita, bahwa ia telah menempuh jalur persuasif terhadap pengelola arisan untuk dimintai pertanggungjawaban. Hanya saja, ia tak kunjung mendapat kepastian kapan kerugian yang nilainya ratusan juta itu bisa dikembalikan.
“Bukan cuma saya yang dirugikan soal ini arisan. Hampir semua member. Bahkan itu yang naik namanya tidak semuanya dibayar full sesuai perjanjian nilai arisan. Makanya, Saya serahkan masalah ini kepada pihak kepolisian untuk diproses lebih lanjut,” tuturnya. (ady/C)
