PAREPARE, BKM — Peringatan Hari Raya Waisak Tahun 2568 BE jatuh pada tanggal 24 Mei 2024 dipusatkan di Kota Parepare. Bersama sejumlah warga Tionghoa yang memeluk agama Budha se Sulsel dan Sulbar yang berada di Parepare selama proses perayaan. Pemilihan Kota Parepare sebagai pusat perayaan karena masyarakatnya memiliki toleransi yang tinggi dari berbagai suku, ras, dan agama berbaur bersama saling memahami, menghargai satu sama lain perbedaan namun satu tujuan.
Ketua panitia peingatan Hari Waisak, Pither Selasa (14/5) mengatakan ada sekitar 500 orang yang akan turut serfta datang memeriahkan acara tersebut. Mereka datang dari berbagai daerah se Sulsel dan Sulbar serta kegiatan akan dilaksanakan di Auditorium Kampus IAIN Kota Parepare.
Dikatakan Pither, kenapa harus memilih Kota Parepare itu karena Parepare dianggap daerah yang aman serta menjaga menjaga Toleransi, juga karena tahun ini memang jatah untuk Kota Parepare.
Sebelumnya, PJ Wali Kota Parepare Akbar Ali menjelaskan perayaan Waisak merupakan momen penting dalam kalender keagamaan bagi masyarakat Buddha, dan kami bersemangat untuk mendukung kegiatan ini.
Ditambahkan Akbar Ali, pihaknya berharap acara ini dapat menjadi momentum memperkuat persaudaraan antara umat beragama serta memperkokoh kerukunan di Sulsel dan Sulbar. Perayaan Waisak bersama ini dijadwalkan akan melibatkan berbagai kegiatan, termasuk upacara keagamaan, serta kegiatan sosial yang melibatkan partisipasi aktif dari masyarakat setempat.
Akbar Ali juga menekankan pentingnya kolaborasi antar agama dalam membangun kedamaian dan harmoni di masyarakat. “Kami berkomitmen untuk terus mendukung dan mempromosikan kerukunan antar umat beragama di Kota Parepare, serta menjaga keberagaman sebagai salah satu kekuatan kita.” Kuncinya.
Dengan semangat kerjasama yang tinggi, panitia pelaksana Perayaan Waisak bersama optimis acara ini akan menjadi sukses dan memberikan dampak positif bagi semua pihak yang terlibat. (mup/C)
