Site icon Berita Kota Makassar

Kasus KTA Dominasi Laporan di DP3A

PAREPARE, BKM — Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) Kota Parepare merilis bahwa kasus Kekerasan Terhadap Anak (KTA) angkanya cukup tinggi dibanding pada kasus Kekerasan Terhadap Perempuan (KTP) dan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) dalam kurung waktu lima bulan terakhir. Total kasus yang dilaporkan sebanyak 24 kasus.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Parepare, Jumadi M menjelaskan sejak bulan Januari-Mei sudah ada 16 kasus KTA yang kami tangani, tujuh kasus KDRT, dan satu kasus KTP. Ketiga jenis kasus tersebut sudah dilakukan penanganan.
”Ini data sejak Januari-Mei 2024 dan sebagian kasusnya ditangani DP3A Kota Parepare,” ujar Jumadi, Senin (13/5).
Sejauh ini jelas Jumadi dari 16 kasus yang masuk sudah diselesaikan tujuh kasus, lima kasus dalam proses sidang, empat tahap mediasi. Kalau kasus KDRT yang tujuh kasus itu masih ada dan satu kasus belum selesai karena dalam proses mediasi, dua kasus proses polisi serta empat kasus sudah damai kedua belah pihak.
“Mari layani segera. Karena ada beberapa petugas sebagai mitra memantau pada setiap lingkungan dalam kelurahan bagi orang yang melakukan KDRT, KTA dan KTP,” jelasnya.

Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) didalam negara kita ini tidak ada terjadi sampai bunuh diri yang hanya masalah sepeleh seperti Bulling, Tidak seperti di negara lain itu hanya karena dibullling dia bunuh diri. Para legal memantau Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) seperti tetengga, forum anak, para legal setiap kelurahan dan kecamatan, kelompok masyarakat
Perguruan tinggi diberi nama Satuan Tugas (Satgas) melaksanakan pemantauan pada setiap senin ke sekolah sosialisasi anak sekolah, harap juga pelopor tim pencegahan dan penanganan
serta bersinergi dengan semua pihak terkait. (mup/C)

Exit mobile version