Site icon Berita Kota Makassar

Kolaborasi dan Koordinasi Tetap Terjalin Baik

MAKASSAR, BKM — Pj Gubernur Sulsel kini telah berganti. Bahtiar Baharuddin yang sebelumnya menjabat sebagai Pj Gubernur Sulsel bertukar posisi dengan Prof Zudan Arif Fakhrulloh. Bahtiar diberi amanah menjadi Pj Gubernur Sulawesi Barat menggantikan Prof Zudah Arif Fakhrulloh yang dipercaya menjadi orang nomor satu di Sulsel.
Pelantikan kedua Pj Gubernur tersebut dilaksanakan di Kantor Kementerian Dalam Negeri, Jumat (17/5) pekan lalu. Kedua pejabat publik tersebut dilantik oleh Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian.
Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan Danny Pomanto secara khusus menghadiri pelantikan tersebut. Usai pelantikan, Wali Kota Makassar Danny Pomanto menyambut hangat Pj Gubernur Sulawesi Selatan yang baru Prof Zudan Arif. Keduanya juga terlihat sempat berbincang santai.
Kepada Pj Gubernur Sulsel yang baru, Danny Pomanto berharap agar kolaborasi maupun koordinasi antara Pemkot Makassar dan Pemprov Sulsel tetap terjalin dengan baik.

“Kami berharap agar kolaborasi dan koordinasi antara Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Pemprov Sulsel) dengan Pemerintah Kota (Pemkot Makassar) tetap terjalin dengan baik,” jelas Danny.
Tak lupa, Danny juga mengucapkan terima kasih kepada Pj Gubernur Sulsel yang lama atas dedikasi, koordinasi, dan kolaborasi yang selama ini terjalin baik antara Pemkot Makassar dan Pemprov Sulsel selama memimpin Sulsel.
Danny Pomanto juga mengucapkan selamat dan sukses atas amanah baru yang diberikan kepada Bahtiar Baharuddin sebagai Pj Gubernur Sulawesi Barat.
Sebelum meninggalkan Sulsel, Bahtiar Baharuddin berpesan kepada seluruh rakyat Sulsel, utamanya di pemerintahan dan juga DPRD Sulsel agar mengawasi sumber uang yang bisa datang dari PT Vale Indonesia Tbk.

Bahtiar mengatakan, timnya telah bernegosiasi untuk Pemda, termasuk Pemprov dan Kabupaten Luwu Timur mendapatkan lahan eks PT Vale yang dikelola langsung oleh pemerintah, bukan orang pribadi.

“Betul Andi Ina Ketua (DPRD Sulsel), seluruh rakyat Sulsel harus kawal. Dari forum ini saya minta wartawan, Anda kawal. Kita punya tanah nikel di Luwu Timur itu diperebutkan orang seluruh dunia. Saya sedang berjuang beberapa bulan ini untuk bukan kepentingan pribadi, orang per orang. Eks Vale sedang saya upayakan untuk menjadi bagian dari sumber kehidupan masyarakat Sulsel, melalui Perseroda kita (Sulsel),” jelasnya saat menyampaikan sambutan dalam acara Ramah Tamah Perpisahan Bahtiar, di Rujab Gubernur Sulsel, Sabtu (18/5) malam.

“Kami sudah melakukan negosiasi, awasi betul ini. Jangan sampai eks Vale 6.000 hektare itu dibelokkan untuk kepentingan pribadi. Awasi!” tambah Bahtiar.

Menurut mantan Pj Gubernur Sulsel ini, hasil dari Vale tersebut akan masuk ke dalam Pendapatan Asli Daerah (PAD) Sulsel dan juga Luwu Timur.

“Itu satu satunya peluang kita, untuk sumber PAD, sekarang lagi proses di ESDM bersama PT Antam, dan divestasi yang kita lakukan mulai tahun depan kita memiliki saham di PT Vale Tbk,” ucap Bahtiar.

Dia menyebut, ada dua yang akan dikelola oleh pemerintah pusat, Pemprov dan Pemda Luwu Timur, yakni Vale sebagai perusahaan dan eks Vale. Vale secara perusahaan yang dibagi 4 persen ke pemerintah pusat, 4 persen Pemprov dan 4 persen untuk Luwu Timur.

“Itu sumber uang kita. Dikawal itu jangan sampai ke mana-mana lagi itu barang. Kedua, eks Vale dalam hal ini BUMN PT Antam yang sedang berproses dengan Perseroda provinsi (Sulsel) dan kabupaten/kota. Ketika ini berjalan, angka Rp3 triliun bisa jalan, bisa menutupi apa yang kekurangan kita di Sulsel. Saya pengen aset Sulsel benar-benar dimanfaatkan,” tandasnya.
Menurut Bahtiar, kekayaan alam Sulsel perlu dinikmati oleh semua masyarakat di daerah ini, bukan segelintir orang saja.

“Sayang sekali kita punya nikel, bijih besi, pasir silika, emas, semen, dan macam-macam, tapi di sisi lain lihatlah rakyat kita Sulsel, lihatlah (dalam keterpurukan). Untuk teman-teman (ASN) provinsi, jangan hanya berkantor terus di Jalan Urip Sumoharjo, jalan ke kampung, datangi mereka, peluk mereka ajak mereka salaman tatap matanya, berapa mereka sangat membutuhkan kita,” pungkas Bahtiar.

Sementara itu, Ketua DPRD Sulsel Andi Ina Kartika Sari menyampaikan berbagai prestasi yang ditorehkan Bahtiar selama menjabat di Sulsel. Salah satunya akan menambah PAD Sulsel sekitar Rp3 triliun di Vale.

“Prestasi beliau bahwa 2025 nantinya, Insyaallah kita akan mendapatkan tambahan pendapatan murni dari hasil Vale kurang lebih Rp3 triliun,” kata politisi Golkar itu. (jun)

Exit mobile version