Site icon Berita Kota Makassar

Kesetaraan Pendidikan Melalui SDGs

SUSTAINABLE Development Goals (SDGs) merupakan serangkaian tujuan yang ditetapkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk mencapai kehidupan yang lebih baik dan lebih berkelanjutan bagi semua orang. Di dalamnya terdapat 17 tujuan dengan 169 target yang  telah disepakati oleh 193 negara, termasuk Indonesia.

SDGs pendidikan menempati urutan nomor empat dari 17 tujuan lainnya. Pendidikan di Indonesia dalam mewujudkan program pembangunan berkelanjutan menunjukkan bahwa situasi pendidikan di Indonesia pada waktu itu masih dalam kondisi yang memprihatinkan.

Hal ini disebabkan belum meratanya kualitas pendidikan di perkotaan dan pedesaan, kurangnya profesionalisme guru dan kompetensi tenaga pendidik. Oleh sebab itu, diperlukan upaya untuk meningkatkan kualitas pendidikan islam di Indonesia dalam rangka mewujudkan SDGs, yaitu memberikan pendidikan yang berkualitas dan merata sehingga memberi kesempatan belajar sepanjang hayat bagi masyarakat, baik di perkotaan atau di perdesaan.

Hal lain yang dapat mewujudkan kualitas pendidikan dengan lingkungan dan proses belajar yang nyaman dan menyenangkan dan dapat mendorong siswa untuk mengembangkan psikomotorik secara maksimal, yakni menciptakan sarana dan prasarana yang lebih memadai. 

Pendidikan berkualitas menjadi kunci dalam membentuk masa depan yang lebih baik.   Pencapaian SDGs memiliki keterkaitan dan dukungan yang kuat dengan pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk merancang dan melaksanakan strategi yang dapat mendukung.

Lalu mengapa pentingnya meningkatkan pendidikan? Karena pemuda pemudi yang berperan dalam mengubah negara menjadi kuat dan mampu menyelesaikan masalah, seperti perilaku moral yang buruk dan toleransi antarsesama. 
Peran generasi dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan sangatlah erat.

Pemuda merupakan penguasa ruang publik maya, yang memiliki energi besar untuk menjadi penggerak, sosok yang memiliki pengaruh besar dalam perubahan kebijakan, penguasaan digital dan teknologi, memiliki idealisme yang kuat untuk diarahkan, wawasan luas karena akses terhadap pendidikan yang tak terbatas, serta memiliki kekuatan dalam menciptakan tren dan gaya hidup baru serta roda penggerak ekonomi Indonesia yang memperhatikan aspek pembangunan berkelanjutan.

Pada dasarnya, kompetensi pendidikan menentukan kualitas dan mutu, sehingga pendidik harus dapat memberikan pengetahuan kognitif (pengetahuan), afektif (sikap), dan psikomotorik (keterampilan).
 

Para generasi muda memiliki tanggung jawab penuh dan menjadi kunci pembangunan sehingga diharapkan bisa membantu pemerintah dalam menyukseskan SDGs.
Secara garis besar tujuan dari SDGs memang sangat berkaitan dengan kaum muda, Seperti tanpa kemiskinan (no poverty). Pentingnya pemerataan ekonomi untuk mendorong penekanan tingkat kemiskinan. Harapannya pada tahun 2030 tingkat kemiskinan ekstrem pun dapat dihapuskan.

No starving. Tujuan ini dapat diwujudkan, artinya  peran pemuda pun dapat digalakkan sebagai peneliti yang produktif serta melahirkan banyak karya yang dapat menjadi referensi kebijakan pemerintah.

Kesehatan dan kesejahteraan (good health and well-being). Mewujudkan kehidupan yang sehat,dan mendorong kesejahteraan hidup untuk seluruh masyarakat.

Kualitas pendidikan (quality education). Pendidikan merupakan bekal bagi pemuda/pemudi Indonesia untuk dapat memiliki kemampuan dasar guna mewujudkan cita-citanya. Kesetaraan gender (gender equality). Salah satu tujuan dari SDGs yaitu memberantas diskriminasi dan kekerasan terhadap perempuan.
Poin-poin tersebut merupakan sebuah jembatan yang bermuara pada suatu goals besar. Karenanya, keterlibatan semua aspek sangat diperlukan, tak terkecuali peran pemuda. Dengan semangat, inovasi, dan komitmen mereka dapat memainkan peran sentral dalam mewujudkan SDGs tahun 2045 dan meningkatkan kualitas hidup bagi semua kalangan. (jar)

Exit mobile version