MAKASSAR, BKM — Program Studi Manajemen Sumber Daya Perikanan (Prodi MSP) Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan (FIKP) Universitas Hasanuddin (Unhas) melaksanakan praktik lapang terpadu selama dua hari, 18-19 Mei 2024. Kegiatan ini melibatkan mahasiswa dalam upaya rehabilitasi dan pengembangan sumber daya perairan di Pulau Lae-Lae dan Kawasan Wisata Mangrove Untia, Kota Makassar.
Pada hari pertama, mahasiswa MSP Unhas yang mengambil mata kuliah Rehabilitasi dan Pengembangan Sumberdaya Perairan yang berjumlah 157 mahasiswa didampingi 21 asisten dan 20 dosen melakukan kegiatan di Pulau Lae-Lae. Mereka melaksanakan wawancara dengan warga setempat untuk mengumpulkan informasi tentang kondisi lingkungan dan kebutuhan restorasi.
Selain itu, para mahasiswa juga melakukan transplantasi karang sebagai bagian dari upaya pelestarian lingkungan. Karang-karang tersebut ditempatkan pada kedalaman 2-3 meter di perairan sekitar Pulau Lae-Lae, dengan harapan dapat tumbuh dan menjadi habitat baru bagi ikan-ikan lokal.

Hari kedua praktik lapang dilaksanakan di kawasan wisata mangrove Untia. Bukan hanya dari Prodi MSP, tapi juga dari prodi lain di FIKP sebanyak 519 mahasiswa yang didampingi 48 asisten dan 19 dosen. Di sini, mahasiswa melakukan pengamatan terhadap organisme makrobentos. Mereka juga melaksanakan pengukuran kepadatan mangrove untuk mendapatkan data tentang kondisi dan luas wilayah mangrove di kawasan tersebut.
Kegiatan ini tidak hanya memberikan pengalaman praktis kepada mahasiswa, tetapi juga mendukung upaya konservasi lingkungan dan pemulihan ekosistem laut dan pesisir. Praktik lapang terpadu ini diharapkan dapat membekali mahasiswa pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk menjaga dan mengelola sumber daya perikanan secara berkelanjutan di masa mendatang.

Kaprodi MSP Unhas Dr Sri Wahyuni Rahim, menyatakan dukungannya terhadap kegiatan ini. “Praktik lapang seperti ini sangat penting bagi mahasiswa untuk memahami secara langsung kondisi lapangan dan tantangan yang dihadapi dalam mengelola sumber daya alam. Kami berharap kegiatan ini dapat terus berlanjut dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan lingkungan,” ujarnya.
Kegiatan ini juga mendapat apresiasi dari warga Pulau Lae-Lae dan pengelola kawasan mangrove Untia yang melihat langsung upaya nyata mahasiswa dalam pelestarian lingkungan. Melalui praktik lapang terpadu ini, diharapkan mahasiswa semakin siap untuk menjadi agen perubahan dalam bidang kelautan dan perikanan di masa depan. (rls)

