Site icon Berita Kota Makassar

Rumah Mewah yang Disita KPK Selalu Sepi

PAREPARE, BKM — Perburuan aset yang terkait dengan mantan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) terus berlanjut. Usai menyita aset di Makassar, tim Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melanjutkan tugasnya di Kota Parepare.
Sebuah rumah mewah bercat putih yang berlokasi di Jalan Bumi Harapan RT 1/RW 3 Kelurahan Bumi Harapan, Kecamatan Bacukiki Barat, Kota Parepare disita. Di depan rumah yang tampak cukup luas telah dipasangi spanduk. Tertulis kalau tanah dan bangunan tersebut telah disita dalam kasus tindak pidana pencucian uang dengan tersangka Syahrul Yasin Limpo.
Kepala Bagian Pemberitaan KPK Ali Fikri membenarkan penyitaan tersebut. Penyidik KPK melakukan penyegelan pada Minggu (19/5). Menurutnya, rumah tersebut dibeli oleh Muhammad Hatta, orang kepercayaan SYL yang kini berstatus terdakwa dalam kasus tindak pidana korupsi di Kementerian Pertanian (Kementan).

“Diduga memiliki hubungan dengan dugaan TPPU dari tersangka SYL, yang mana MH (Muh Hatta) sebagai salah satu orang kepercayaan dari tersangka tersebut melakukan pembelian aset dari hasil pengumpulan sejumlah uang dari para pejabat di Kementan. Aset ini kemudian diduga disamarkan dengan ditempati orang terdekat dari MH,” jelas Ali dalam keterangannya, Senin (20/5).

Saat proses penyitaan berlangsung, penyidik KPK turut melibatkan aparat setempat sebagai saksi.

“Tim penyidik segera akan mengonfirmasi temuan tersebut dengan para pihak yang dipanggil sebagai saksi dan juga tersangka,” ujar Ali.

Terpisah, Sumarni selaku Lurah Bumi Harapan, Kecamatan Bacukiki Barat mengakui adanya penyitaan itu. ”Kami diundang sebagai pemerintahan di wilayah lokasi rumah yang disegel, sekadar untuk mengetahui. Kami menyaksikan penyegelan oleh KPK. Ada juga Pak Camat (Ardiansyah Arifuddin) hadir tadi malam (Minggu malam),” ujar Sumarni.
Hatta terangkat menjadi PNS di Kota Parepare. Selanjutnya ke Pemprov Sulsel. Ia pernah menjadi Kepala Biro Umum di masa pemerintahan SYL sebagai gubernur. Lalu kemudian pindah tugas ke Jakarta, lalu mendapat jabatan penting di saat SYL menjadi Menteri Pertanian.
Rumah yang disegel KPK dibangun oleh Hatta setelah dibeli dari Arifuddin, seorang mantan dosen.
Menutur penuturan tetangga, baru beberapa bulan lalu ayah Hatta meninggal dunia di rumah tersebut. ”Memang tidak pernah ramai rumahnya. Selalu sepi. Yang namanya Pak Hatta itu juga tidak pernah saya lihat orangnya,” katanya.
Pemandangan serupa terlihat ketika BKM datang, kemarin siang. Tak ada aktivitas di rumah tersebut. Pintunya tampak tertutup rapat. Hanya ada satu motor yang terparkir di garasi.
Sebelumnya, penyidik juga menyita rumah milik SYL yang berada di Makassar. Ditaksir harganya mencapai Rp 4,5 miliar. Rumah mewah milik SYL itu disita penyidik KPK pada Kamis (16/5) lalu. 

Dalam kasus ini, SYL telah ditetapkan sebagai tersangka bersama Direktur Alat dan Mesin Pertanian Kementerian Pertanian (Kementan) Muhammad Hatta, dan Sekjen Kementan Kasdi Subagyono.

Ketiganya diduga melakukan korupsi berupa pemerasan dalam jabatan bersama-sama menyalahgunakan kekuasaan dengan memaksa memberikan sesuatu untuk proses lelang jabatan. Termasuk ikut serta dalam pengadaan barang dan jasa, disertai penerimaan gratifikasi. Kasus yang menjerat Syahrul terjadi dalam rentang waktu 2020-2023. Dalam dakwaan jaksa KPK, SYL disebut melakukan korupsi sebesar Rp44,5 miliar. (jun-mup/c)

Exit mobile version