Site icon Berita Kota Makassar

Abd Hakim Dg Tiro, Pemilik Obyek Wisata Suaraka di Gowa

Abd Hakim Dg Tiro, Pemilik Obyek Wisata Suaraka di Gowa
MAKASSAR,BKM.COM–SEBUAH obyek wisata dengan pemandangan alam pegunungan yang memukau kini tengah viral. Namanya suaraka, diambil dari bahasa Makassar yang berarti ramai. Lokasinya di Tinambung, Desa Bissoloro, Kecamatan Bungaya, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.

PEMILIK obyek wisata tersebut bernama Abd Hakim Daeng Tiro. Tim Youtube Berita Kota Makassar mewawancarainya ketika berkunjung ke lokasi tersebut, Kamis (23/5). Bertepatan dengan hari libur, suasana di tempat ini cukup ramai. Tempat ini menjadi destinasi wisata yang menarik karena menyajikan pemandangan alam yang memukau.

Menurut Dg Tiro, camp wisata ini hadir sejak tahun 2017. Cikal bakal Suaraka dulunya adalah lahan perkebunan jagung keluarga. Melihat lokasi miliknya memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi obyek wisata, Dg Tiro kemudian mengganti pohon jagung dengan menanam berbagai jenis pepohonan, seperti pinus. Ia berharap tempat ini kelak menjadi objek wisata yang menarik.

Usaha tak pernah mengkhianati hasil. Seiring perkembangan waktu, tempat tersebut banyak didatangi pengunjung lantaran pemandangan yang indah dan udaranya yang sejuk.
Dg Tiro menjelaskan tentang alasannya menamakan camp wisata tersebut dengan Suaraka. ”Suaraka dalam dalam bahasa Makassar berarti ramai. Ini merupakan bentuk doa dan pengharapan agar camp wisata ini selalu ramai dengan pengunjung,” ujarnya.

Seperti yang diharapkan Dg Tiro, kini Suaraka menjadi lokasi camp wisata yang semakin dikenal di kalangan masyarakat dengan banyaknya pengunjung dari berbagai daerah di wilayah Sulawesi Selatan. Seperti dari Sidrap, Pinrang, Bone, Pare-Pare, Makassar, Bulukumba,dan Kabupaten Gowa.

Kepada mereka yang berkunjung, pengelola menyiapkan berbagai jenis fasilitas. Seperti free area parkiran untuk mobil dan motor, akses listrik, toilet umum, dan warung. Tempat ini juga menyediakan fasilitas tenda bagi pengunjung. Bagi mereka yang lupa atau tidak membawa tenda bisa menggunakannya.

Adapun jenis tenda yang disediakan yakni dengan kapasitas tiga hingga empat orang, yang biaya sewanya Rp130 ribu per malam. Sementara untuk tenda berkapasitas dua hingga tiga orang tarifnya Rp100 ribu per malam. Tenda-tenda tersebut sudah dilengkapi dengan fasilitas bantal, tikar, serta lampu kecil di dalamnya.
Untuk tarif masuk ke dalam camp wisata ini,
Rp10.000 bagi pengunjung yang tidak bermalam. Sedangkan untuk pengunjung yang hendak bermalam dikenakan tarif Rp25.000 per malam pada hari-hari biasa. Bila datang di akhir pekan, tarifnya Rp35.000 per malam.

Suaraka camp menyediakan sekitar 30 unit tenda bagi pengunjung wisata. Selain itu, disiapkan pula berbagai fasilitas bagi pengunjung yang hendak masak dengan tarif Rp35.000 yang sudah include dengan kompor dan gas.

Berada di area pegunungan pengunjung tak perlu khawatir dengan akses jaringan telekomunikasi. Karena pengelola juga menyiapkan fasilitas WiFi dengan tarif Rp12.000 untuk enam jam.

Daeng Tiro menyebutkan, intensitas pengunjung dapat mencapai empat hingga lima ratus orang setiap minggunya. Mereka adalah kalangan anak muda, komunitas, keluarga, hingga kegiatan Pramuka.

Di lahan seluas kurang lebih satu hektar ini terdapat dua area, yakni lapangan atas dan lapangan bawah.

Ainul Haq selaku pengelola yang juga putra dari Daeng Tiro, mengatakan bahwa dengan luasan yang ada, Suaraka memiliki daya tampung sebanyak 1000 orang. (yus)

Exit mobile version