BELOPA, BKM — Pemerinta Desa (Pemdes) Cimpu Utara semakin mengkhawatirkan bahu jalan yang semakin hari terus terkikis gegara volume arus air sungai yang terus bertambah. Warga pun meningkatkan kewaspadaan atas luapan air yang tiba-tiba muncul dengan volume yang cukup besar hingga membuat tanah pinggir bahu jalan roboh terbawa air sungai, Selasa (28/5).
Kades Cimpu Utara H Muhammad Ali menyampaikan kalau warganya berjumlah Jiwa 1.537 jiwa dan 446 KK ketika hujan turun semua pada siaga akibat. Apalagi melihat kondisi sungai yang makin hari makin terkikis mengakibatkan prasarana Kantor Desa, rumah warga dan fasilitas infrastruktur jalan terancam putus.
”Tanah yang ada dipinggir sungai merupakan tanah endapan dan butuh perhatian cukup serius oleh pemerintah Kabupaten Luwu dan Provinsi Sulsel,” ujarnya.
Terutama pinggiran sungai Cimpu Utara jelas Kades butuh perbaikan demi keselamatan warga desa.
Kondisi ini terjadi akibat curah hujan yang makin lebat di bagian hulu hingga volume air makin bertambah banyak di aliran sungai Cimpu Utara.
Saat kejadian luapan Air sungai membuat para panik dan trauma atas kejadian yang mengakibatkan banjir dan longsor hingga menimpah masyarakat Luwu dan juga Desa Cimpu salah satu wilayah yang terdampak banjir hingga rumah Warga hanyut terbawa air saat kejadian beberapa waktu lalu. (rls)

