MAKASSAR, BKM — Dukungan Partai Golkar jadi rebutan sedikitnya dua hingga tiga bakal calon gubernur Sulawesi Selatan. Mereka adalah mantan Wali Kota Makassar dua periode Ilham Arief Sirajuddin (IAS), Bupati Luwu Utara dua periode Indah Putri Indriani, dan juga Bupati Gowa dua periode Adnan Purichta Ichsan.
Para bakal calon gubernur ini sejak pemilu lalu telah mendapatkan surat tugas dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar. Termasuk Dr H Taufan Pawe dan Prof Dr HAM Nurdin Halid.
Sejumlah sumber memberikan gambaran manakala Indah Putri Indriani yang nantinya meraih rekomendasi dari DPP Golkar, maka dia berpeluang berpasangan dengan Wali Kota Makassar dua periode Mohammad Ramhan Pomanto. Bila IAS yang meraih rekomendasi, juga tidak tertutup kemungkinan dia maju bersama Adnan Purichta Ichsan. Atau bisa jadi rekomendasi Golkar diluar nama dari ketiganya, yakni Andi Sudirman Sulaiman atau Danny Pomanto.
Ketika ditanya soal siapa yang lebih berpeluang direkomedasikan oleh Golkar, Wakil Sekretaris Dewan Pimpinan Daerah (DPD) I Golkar Sulsel Lakama Wiyaka menegaskan bila rujukannya pada survei. “Tunggu hasil survei, apakah salah satu dari itu atau ada nama lain yang terjaring di survei,” ujarnya, Rabu (29/5).
Hal sama dikemukakan Wakil Ketua Umum DPP Golkar Erwin Aksa. Menurut Erwin, DPP juga akan melihat hasil survei para bakal calon, apakah salah satu dari mereka bertiga atau diluar nama itu. “Kita akan lihat seperti apa hasil surveinya,” jelas Erwin.
Pengamat politik dari Unhas Dr Haris, mengemukakan bila Golkar dalam mengusung calonnya di pilgub nanti sebaiknya memakai cara konvensi. Artinya, membuka kesempatan yang seluas-luasnya kepada siapa saja yang dianggap kompeten, kredibel, akuntabel, visioner, kapabel, punya track record yang baik d imata publik serta memiliki integritas, moralitas yang baik dan berpengalaman dalam kegiatan pemerintahan atau kegiatan kemasyarakatan.
IAS-Danny di PKB
Pada Selasa (28/5), Danny dan IAS telah mengikuti uji kompetensi dan kepatutan (UKK) sebagai di kantor DPP PKB. Dalam kesempatan itu, Danny yang datang bersama sang istri Indira Yusuf Ismail bertemu dengan Ketua Umum DPP PKB Abdul Muhaimin Iskandar. Sementara IAS bertemu dengan Wakil Ketua Umum DPP PKB Muhammad Hanif Dhakiri.
Soal siapa yang berpeluang diusung PKB, mantan Menteri Ketenagakerjaan itu menegaskan ada di tangan DPP, meski keputusan itu akan menempatkan pertimbangan dari DPW PKB Sulsel sebagai prioritas.
“DPP yang memutuskan. Tapi keputusan itu pasti mengindahkan pertimbangan dari DPW Sulsel. Itu kepastian. DPP sangat memahami. Yang tahu seluk beluk dinamika Sulsel adalah teman-teman DPW. PKB harus ikut berperan memastikan Sulsel ke depan mendapat pemimpin yang pas dengan kebutuhan warganya,” tegas mantan anggota DPR RI 2009-2014 itu.
DPP memulai UKK terhadap IAS pada pukul 17.30 hingga pukul 18.30 WIB. Dilaksanakan di ruangan 5 lantai II Gedung DPP PKB, Jalan Raden Saleh Raya, Menteng, Jakarta.
Saat UKK, turut hadir Wakil Ketua Umum DPP PKB Abdul Halim Iskandar. Menteri Desa dan Pembangunan Daerah tertinggal itu akrab disapa Gus Halim.
Lebih istimewa lagi, DPP didampingi Ketua DPW PKB Sulsel H Azhar Arsyad dalam UKK yang berlangsung sejam itu.
Usai UKK, Azhar sedikit membocorkan materi uji yang berkutat seputar kesiapan atau kepantasan figur untuk memimpin Sulsel.
“Saya kasih bocoran UKK sedikit ya. Sosok IAS sebagai cagub harus diakui sangat paham dengan anatomi sosial dan politik Sulsel. Materi pemetaan isu strategis dan pemenangan juga sangat rasional. Tapi, keputusan akhir siapa cagub seutuhnya ada di tangan DPP,” tegas Azhar.
Usai jalani UKK, IAS tampak keluar ruangan dengan semringah. Figur yang dikenal luas dengan tagline GubernurKu itu mengaku bersyukur dan berterima kasih diberi kesempatan mengikuti fase lanjutan seleksi cagub di PKB.
“Bagi kami, PKB adalah kekuatan penting menatap pilgub Sulsel ke depan. Suasana fit dan propert test ini juga sangat cair,” ujarnya.
Sejumlah elite DPW PKB Sulsel juga terlihat hadir lebih dulu di DPP. Mereka lalu berkumpul bersama IAS di ruangan tunggu tamu lantai II. Selain Azhar, tampak Sekretaris PKB Sulsel M Haekal, Ketua Badan Pemenangan Pemilu PKB Sulsel Dr Syamsu Rijal alias Deng Ical, Ketua Desk Pilkada PKB Sulsel Zulfikar Limolang, dan Ketua PKB Makassar Andi Fauzi Wawo.
IAS tiba di Kantor DPP PKB pukul 16.00 WIB. Wali Kota Makassar 2004-2014 itu tiba ditemani sahabatnya Hasanuddin Tisi dan Budiman Akbar. Ketiganya berangkat dari Masjid Cut Meutia Menteng, usai salat ashar berjemaah.
Jika Danny dan IAS sudah di DPP, beda dengan Andi Sudriman Sulaiman (ASS) yang baru mengambil formulir di DPW PKB Sulsel, Senin (27/5). PKB Sulsel menerima perwakilan dari ASS yang mengambil formulir bakal calon gubernur.
Sekretaris DPW PKB Sulsel, Muhammad Haekal mengungkapkan menyambut baik pendaftaran Andi Sudirman. Soal sudah ada paketnya, ia tak mau berspekulasi lebih jauh.
“Kalau kita ini kan semua yang mendaftar itu sama porsinya. Semua peluang untuk diusung. Soal sudah ada paketnya atau tidak itu urusan lain,” tandasnya. (jun-rif)
