MAKASSAR, BKM — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah mengeluarkan peringatan bahwa beberapa daerah, termasuk Sulsel, akan mengalami kekeringan selama musim kemarau.
Menanggapi peringatan tersebut, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel segera mempersiapkan strategi untuk menghadapi potensi kekeringan ini.
Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHBun) Sulsel, Imran Jausi, mengungkapkan bahwa pihaknya akan menyiapkan pompa air serta mengelola manajemen air dengan lebih baik bagi para petani. Dengan penerapan strategi ini, Imran berharap agar sektor pertanian di Sulsel tidak terlalu terdampak oleh kekeringan selama musim kemarau.
“Pertanian kita sangat tergantung pada air, tidak ada pertanian tanpa air. Sumber air ada tiga: air hujan, air bawah tanah, dan air permukaan. Kunci utama saat ini adalah manajemen pengelolaan yang baik,” kata Imran, Minggu (2/6).
Sebagai langkah antisipasi jika hujan tidak turun, pemerintah akan menggunakan teknologi modifikasi cuaca (TMC) seperti yang pernah dilakukan sebelumnya.
“Jika sumber air tanah dan air permukaan mengering, pemerintah dapat melakukan TMC, yaitu hujan buatan,” jelas Imran.
Selain itu, pemanfaatan bendungan dan sistem irigasi yang ada juga akan dioptimalkan. Imran menambahkan bahwa pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian telah memberikan bantuan berupa pompa air dan benih bibit jagung, sehingga dampak kekeringan dapat diminimalkan.
Dengan berbagai langkah ini, pemerintah berharap dapat menjaga stabilitas sektor pertanian di Sulsel selama musim kemarau. (jun)
