TAKALAR, BKM–Politisi Partai Golkar Sulawesi Selatan Fachruddin Rangga berpeluang menyusul politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Hengky Yasin dan Firdaus Daeng Manye untuk meraih rekomendasi sebagai bakal calon bupati di Kabupaten Takalar.
Rangga yang juga Anggota Fraksi Golkar DPRD Sulsel dua periode sudah mengikuti uji kepatutan dan kelayakan di Partai Demokrat.
Jika Rangga sukses meraih rekomendasi dari Golkar dan Demokrat, tidak tertutup kemungkinan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang dinahkodai kakak kandung Rangga yakni Dr H Burhanuddin Baharuddin juga ikut merapat.
“Dari pengalaman 10 tahun di DPRD Sulsel berkeliling di semua penjuru wilayah kabupaten Takalar masih banyak hal yang belum tersentuh. Inilah salah satu dasar saya ingin membangun Takalar,”ujar Rangga.
Salah satu yang membuat miris kata Rangga adalah tidak ada ruang yang tersedia untuk lebih mendorong UMKM pada berapa titik yang memang layak saat ini.
“Masih secara sporadis, demikian halnya dalam memajukan sektor pariwisata perlu keseriusan,”ucap Rangga
Sebelumnya Hengki Yasin sudah mendapat rekomendasi atau surat tugas dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PKB, sementara Firdaus Daeng Manye yang juga kakak kandung dari Komjen Pol Fadil Imran juga telah meraih rekomendasi dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Nasdem.
Lantas adakah calon keempat hingga kelima pada kontestasi pemilihan bupati (Pilbup) Takalar 27 November mendatang.
Sejumlah nama juga banyak disebut seperti mantan Ketua KPU Sulsel Faisal Amir, Ketua DPC Gerindra Indar Jaya, mantan wakil bupati Natsir Ibrahim serta mantan Bupati Takalar Syamsari Kitta. (rif)
Bantah Rekomendasi PKB di Takalar “Dibegal”
ANGGOTA Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) PKB DPRD Sulsel Hengky Yasin membantah bila rekomendasi untuk dirinya di kontestasi pemilihan bupati (Pilbup) Takalar telah ‘dibegal’.
Isu ini muncul lantaran Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PKB mengeluarkan daftar nama 35 calon dari figur eksternal seperti Chaidir Syam di Maros, Darmawangsyah Muin di Gowa, dan Ady Ansar di Kepulauan Selayar. Sementara nama Hengky Yasin, yang merupakan kader PKB untuk kontestasi pemilihan bupati (Pilbup) Takalar, tiba-tiba tidak muncul.
Hengky Yasin membenarkan bahwa nama-nama yang dikeluarkan DPP PKB itu memang diberi rekomendasi untuk maju di Pilkada serentak 2024, karena sudah mencukupkan koalisi untuk mendaftar ke KPU sebagai bakal calon.
“Jadi, nama-nama yang mendapatkan rekomendasi tersebut memang benar, karena mereka telah mencukupkan koalisi untuk bisa maju bertarung di Pilkada serentak 2024 mendatang, sehingga DPP PKB mengeluarkan rekomendasi tersebut untuk mendaftar ke KPU,” jelas Hengky.
Menurut Hengky, dirinya hingga saat ini masih tetap mengantongi rekomendasi PKB untuk Pilbup Takalar 2024, namun karena saat ini masih dalam proses untuk mencukupkan koalisi sehingga DPP PKB belum mengeluarkan rekomendasi untuk mendaftar ke KPU.
“Jadi, Insya Allah kalau koalisi saya di Pilkada Takalar sudah cukup, maka DPP PKB akan segera mengeluarkan rekomendasinya untuk saya dan pasangan untuk maju bertarung di Takalar,” ungkapnya.
Dirinya pun berharap dukungan dan doa masyarakat Takalar untuk bisa segera mencukupkan koalisi dan bertarung di Pilkada Takalar 2024.
“Sudah ada beberapa partai yang memberi lampu hijau akan bersama-sama dengan PKB, mohon doa dan dukungannya supaya bisa bersama-sama membangun Takalar,”jelasnya.
Seperti diketahui, DPP dan DPW PKB Sulsel telah merekomendasikan Hengky Yasin sebagai bakal calon bupati Takalar 2024 sejak tanggal 15 Mei lalu.
Rekomendasi tersebut tertuang dalam surat nomor 29351/DPP/01/V/2024, tentang penetapan tahap I bagi calon kepala daerah Kabupaten Takalar periode 2024-2029. (rif)
