MAKASSAR, BKM — Tak ingin gegabah dalam menentukan langkah di kontestasi pemilihan calon gubernur Sulsel, Mohammad Ramdhan Pomanto akan menakar kekuatannya terlebih dahulu sebelum ikut pertarungan. Orang nomor satu Makassar itu akan melakukan survei secara internal akhir Juni mendatang.
Selain untuk mengukur tingkat elektabilitasnya, Danny juga akan meneropong kekuatan nama-nama yang digadang-gadang bakal ikut kontestasi pemilihan gubernur Sulsel yang rencananya akan digelar November mendatang. Bukan hanya itu, Danny juga ingin mengetahui pasangan ideal yang berpotensi untuk mendampinginya jika bertarung di pilgub mendatang.
“Jadi sekitar akhir Juni, saya akan melakukan survei secara internal. Itu akan menjadi acuan untuk menentukan sikap politik ke depan,” ungkap Danny di kediaman pribadinya Jalan Amirullah, belum lama ini.
Namun, walaupun melakukan survei internal, Danny akan tetap menyerahkan semua keputusan akhir kepada partai koalisi yang akan mengusungnya. “Survei internal kan untuk mengukur seperti apa elektabilitas kita. Untuk urusan pendamping, tetap partai koalisi yang akan menentukan,” tambah Danny.
Sejauh ini, ada beberapa nama yang digadang-gadang bakal menjadi pendamping Danny di pilgub mendatang. Satu nama yang menguat adalah Indah Putri Indriani yang saat ini menjabat Bupati Luwu Utara. Sejumlah baliho maupun flyer pasangan ini sudah bertebaran di media sosial.
Flyer bergambar Danny dan Indah mengenakan pakaian baju putih dengan tangan kanan di dada cukup viral. Flyer tersebut bertuliskan Bangun Sulsel Bersama DIA (Danny Pomanto-Indah Putri Indriani).
Kedua kepala daerah tersebut juga sudah beberapa kali bertemu. Namun, Danny masih selalu menampik jika pertemuan dengan Indah berkaitan dengan politik. “Kami saling mengunjungi. Kebetulan waktu saya ke Luwu Utara, dijamu makan oleh Ibu Indah. Kita pun mengundang beliau untuk makan siang sebagai kunjungan balasan,” kata Danny usai bertemu Indah di kediamannya beberapa waktu lalu.
Indah diketahui merupakan kader Golkar yang cukup potensial dan merepresentasikan Luwu Raya. Danny berharap, pencalonannya di pilgub Sulsel dipimpin oleh partai besar.
Sebagai orang biasa, Danny mengaku menginginkan diusung oleh koalisi besar. Apalagi tagline yang dibawa di pilgub Sulsel adalah Baik untuk Semua. “Karena kita menganut prinsip Baik untuk Semua, siapa tahu dengan begitu mereka (partai-partai) nyaman, ramai-ramai ke saya,” jelasnya.
Sejauh ini, Danny sudah mendapat dukungan pasti dari Partai Hanura. Selain itu, Danny juga sudah mendapat surat tugas dari PDIP untuk maju di kontestasi Pilgub Sulsel. Namun hingga saat ini rekomendasi usungan PDIP belum diumumkan.
Selain itu, informasi yang beredar, peluang Danny untuk diusung Gerindra cukup besar. Jika benar demikian, sesuai harapannya, Danny akan diusung oleh koalisi besar.
Pengamat politik Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar Ibnu Hadjar mengatakan, komunikasi politik yang dibangun antarelite partai di Sulsel sangat dinamis, sehingga hubungan persahabatan Gerindra-PDIP sangat memungkinkan terajut kembali. “Analisa saya, sangat mungkin terjadi (Gerindra-PDIP rujuk). Semua masih bisa cair,” kata Hadjar.
Nama Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto, menurut Hadjar adalah satu satu figur yang potensial memimpin Sulsel ke depan. Kepemimpinan DP di kota Makassar, dapat dilihat secara kasat mata dan terbukti banyak menorehkan prestasi. Inovasi-inovasi yang diprakarsai oleh DP telah membawa Makassar dikenal dunia.
“Pak DP dua periode di Makassar. Cara kepemimpinan dan geliat prestasinya lewat beragam inovasi yang dikeluarkan, menurut saya adalah modal untuk memimpin Sulsel,” ucap Hadjar. (rhm)
