Site icon Berita Kota Makassar

Kabaharkam Mabes Polri Tanam Mangrove di Takalar

TAKALAR, BKM — Dalam rangka turut memeriahkan HUT ke-78 Bhayangkara, Kabaharkam Mabes Polri melakukan bakti sosial dan penanaman mangrove di Kabupaten Takalar, Selasa (4/6).
Kepala Keamanan Badan Pemelihara Keamanan (Kabaharkam), yang bertugas membina dan menyelenggarakan fungsi pembinaan keamanan yang mencakup pemeliharaan dan upaya peningkatan kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat dalam rangka mewujudkan keamanan dalam negeri.
Untuk kegiatan bakti sosial dilakukan dalam bentuk pembagian sembako di Kecamatan Galesong Utara, Takalar. Wakapolda Sulsel, Brigjen Pol CH Patoppoi, membacakan sambutan tertulis Kapolda Sulsel, Irjen Pol Andi Rian R Djajadi.

Wakapolda Sulsel mengatakan, Baharkam Polri bersama Polda Sulsel dalam rangka HUT ke-78 Bhayangkara, melakukan bakti sosial dan bakti kesehatan.
Sekaligus juga dalam rangkaian rapat kerja teknis (Rakernis) yang dilaksanakan di Kota Makassar pada tanggal 5 sampai 6 Juni 2024. 
”Bakti sosial dan bakti kesehatan ini merupakan wujud rasa kemanusiaan untuk saling peduli dan saling menolong kepada masyarakat yang membutuhkan. Sehingga memberi manfaat positif bagi kita semua. Terutama dalam meningkatkan kesehatan masyarakat di Provinsi Sulawesi Selatan. Semoga dengan adanya kegiatan ini dapat memberikan manfaat untuk peningkatan derajat kesehatan serta dapat lebih membangkitkan semangat,” kata Wakapolda. 

Bantuan Sembako yang disalurkan sebanyak 2.000 paket yang diberikan kepada yang berhak menerima. Khususnya masyarakat Kabupaten Takalar. Di samping itu, juga diberikan pelayanan kesehatan yang  berjumlah 850 orang. Sementara itu, Kakorsabara Polri, Irjen Pol Supriyanto membacakan sambutan dari Kapolri.
Kepala Polairud Mabes Polri, Irjen Pol Yasin, mengatakan, manfaat mangrove masih asing di telinga kita atau istilahnya blue carbon. Jadi penanaman mangrove yang bagus, bisa bertumbuh dan berkembang baik, itu akan membuat blue carbon oksigen biru yang sehat untuk kehidupan manusia. Bukan itu saja, ekosistem dari pengalaman mangrove ini adalah bisa menjadi penahan erosi dan bisa menjadi benteng dari gelombang. Tumbuhan mangrove ini banyak manfaatnya.
”Tanaman mangrove ini bisa juga menjadi sumber makanan. Mungkin bapak ibu belum tahu, tanaman mangrove bisa jadi keripik, kerupuk, dan sirop. Jadi kedatangan saya ini adalah yang pertama. Saya ucapan terima kasih sebesar-besarnya buat ibu dan bapak yang turut menanam mangrove,” terangnya
Jumlah magrove yang ditanam sebanyak 2.000 pohon. ”Saya berpesan, kehadiran kami di sini bukan seremonial saja. Tetapi kelanjutannya saya berpesan kepada ibu dan bapak untuk menjaga kelestarian pohon mangrove yang kita tanam secara seremoni hari ini,” harap Irjen Pol Yasin. (rls)

Exit mobile version