Site icon Berita Kota Makassar

Pemimpi Amanah

PEMIMPIN yang amanah diharapkan lahir dari kontestasi pilkada tahun ini. Mereka lebih mengutamakan kepentingan masyarakat di atas kepentingkan pribadinya. Berani mengambil tindakan yang tegas dan tidak akan tega melakukan tipu muslihat serta tidak mengedepankan syahwat politiknya.
Karena pemimpin yang amanah akan memberi kemaslahatan bagi banyak orang demi kepentingan publik. Dia akan berani ambil keputusan meski risiko akan dicerca banyak orang dan berdampak negatif bagi citra dirinya.

Bila seorang pemimpin amanah maka dalam kepemimpinannya dia akan mampu menggali seluruh potensi yang ada dalam daerah yang ia pimpin. Pemimpin akan memberdayakan segala potensi yang ada, terutama pemberdayaan SDM demi kemajuan dan kesejahteraan bersama.
Seorang pemimpin harus memiliki integritas tinggi keberanian, rasa hormat, kesadaran diri, empati, dan rasa syukur. Mereka juga harus memiliki kecekatan dalam mengambil keputusan dan mengetahui bagaimana mendelegasikan, serta berkomunikasi secara efektif.
Namun itu semua tidak menjadi berarti bila pemimpin tersebut tidak amanah kepada masyarakat. Amanah sangat erat kaitannya dengan tanggung jawab. Orang yang menjaga amanah disebut sebagai individu yang bertanggung jawab. Mereka diandalkan untuk memenuhi janji dan menjalankan tugas dengan penuh integritas.

Sebaliknya, orang yang tidak menjaga amanah disebut sebagai individu yang tidak bertanggung jawab. Mereka gagal dalam memenuhi kepercayaan yang diberikan oleh rakyat. Oleh sebab itu, dalam kontestasi pilkada yang akan digelar nantinya setiap paslon tidak boleh asal mengumbar janji. Karena jika satu saja janji kampanye yang tidak terpenuhi, maka sejatinya hal tersebut merupakan bentuk pengingkaran terhadap amanah yang diberikan oleh masyarakat.
Salah satu contoh sikap manah dalam kepemimpinan yang paling mendasar adalah menjaga janji. Hal ini termasuk berkomitmen untuk memenuhi janji yang telah diberikan.
Seorang pemimpin harus melaksanakan tugasnya dengan sungguh-sungguh. Sebab setiap pemimpin yang terpilih akan mengucapkan sumpah sebagai bentuk komitmen terhadap amanah yang diberikan.

Pemimpin yang amanah akan mampu menjadi menjadi sosok yang dipercaya serta mampu mengarahkan jajarannya untuk bertindak sesuai dengan visi misinya. Saat menjadi seorang pemimpin memiliki kepintaran secara intelektual saja tentu tidaklah cukup. Namun juga harus memiliki kecerdasan emosional, di mana seorang pemimpin mampu mengelola emosi dari dalam diri dan orang lain. Karakter ini harus dimiliki agar membantu menciptakan pola kerja yang efisien dan efektif.
Oleh sebab itu, dalam kontestasi pilkada nantinya masyarakat tidak boleh menggunakan fanatisme buta dalam memilih. Kita harus melihat rekam jejak para kandidat dalam mengemban amanah. Terlebih lagi menjadi seorang kepala daerah tentu memiliki tanggung jawab yang besar. Sebab memimpin sebuah daerah akan memberikan tuntunan untuk mampu mengakomodir banyak aspek, mulai dari pendidikan, kesehatan,serta perekonomian.
Sikap amanah sebagai seorang pemimpin adalah hal yang paling fundamental. Sebab berbagai praktik korupsi, kolusi dan nepotisme yang kerap dilakukan oleh oknum-oknum pejabat karena mereka tidak memiliki sifat amanah sebagai landasan kepemimpinan.
Seorang pemimpin harus mampu mendahulukan kepentingan masyarakat, karena dalam filosofi demokrasi sendiri masyarakat merupakan pemegang kedaulatan tertinggi . Oleh sebab itu sifat amanah ini menjadi penting, karena bila seorang pemimpin memiliki sifat amanah tentu segala bentuk janji yang diucapkan akan terpenuhi. (yus)

Exit mobile version