MAKASSAR, BKM — Penjabat Gubernur Sulsel Prof Zudan Arif Fakrulloh merespons serapan anggaran OPD Pemprov Sulsel yang masih di bawah 40 persen.”Nggak apa-apa. Nda ada masalah,” kata Prof Zudan Arif Fakrulloh, Kamis (6/6).
Menurut Prof Zudan Arif Fakrulloh, serapan anggaran OPD Pemprov Sulsel yang masih di bawah 40 persen sudah sesuai dengan termin antara dana transfer dari pusat dan pendapatan daerah yang akan masuk.
Ia mengatakan, dalam tata kelola keuangan, ada yang namanya termin. Termin tersebut akan dikaitkan antara dana transfer dari pusat dan pendapatan daerah yang akan masuk.
“Jadi kalau pendapatannya belum masuk nda boleh kita belanja banyak-banyak,” kata dia.
Ia mengatakan, berdasarkan tata kelola keuangan bahwa belanja baru bisa dimaksimalkan setelah sudah banyak pendapatan yang nasuk.
Meski demikian, Prof Zudan tetap akan mengontrol antara pendapatan dan belanja pada OPD Pemprov Sulsel.
“Jadi harus lebih banyak pendapatan yang masuk baru kita melakukan belanja. Nah itu yang saya kontrol,” ungkapnya.
Pada kesempatan yang sama, Prof Zudan menegaskan tidak akan merubah program prioritas Pemprov Sulsel yang sudah ditetapkan dalam APBB dan RKP sebelumnya.
“Jadi yang kami lakukan adalah melakukan penajaman percepatan. Tidak merubah skala prioritas. Skala prioritas sudah ada,” ujarnya. (jun)
