MAKASSAR, BKM — Jelang Iduladha, Wali Kota Makassar, Mohammad Ramdhan Pomanto bersama Pemprov Sulsel melaksanakan Gerakan Pangan Murah (GPM).
Danny Pomanto menyatakan stabilitas harga pangan di Makassar memiliki dampak signifikan terhadap stabilitas harga pangan.
“Jika harga pangan di Makassar naik, provinsi juga naik. Jika Makassar stabil, provinsi stabil. Jika Makassar deflasi, pasti semua turun. Itu rumusnya,” ungkap Danny Pomanto dalam pembukaan GPM Prov Sulsel di Pelataran Gedung TP PKK Jalan Masjid Raya, Selasa (11/6).
Danny menyebut,Makassar telah mengembangkan pendekatan berlapis untuk mengelola kondisi pangan yang ada di Makassar. Khususnya, jelang pelaksanaan hari raya Idul Adha yang dibarengi dengan naiknya beberapa komoditas pangan.
“Makassar memiliki ritual penanganan GPM yang diperkuat dengan Tokomoditi di setiap kontainer dan diseminasi informasi kepada masyarakat. Pendekatan berlapis ini menjaga stabilitas harga di Makassar,” jelasnya. Danny menyebut, Makassar merupakan salah satu daerah yang mampu menjaga stabilitas harga pangan jika dibandingkan beberapa kota lainnya.
Hal ini disebabkan respons real-time terhadap pergerakan harga dan intervensi yang tepat berdasarkan data yang dimiliki.
GPM telah menjadi kegiatan rutin di Makassar. Danny menekankan pentingnya menjaga keseimbangan harga yang tidak terlalu tinggi atau terlalu rendah untuk menjaga daya beli masyarakat.
“Kondisi ideal adalah stabilitas harga di sekitar level 2. Oleh karena itu, kami secara rutin melaksanakan GPM dengan fasilitas seperti 10 mobil anti inflasi, garda anti inflasi yang terlatih, dan data real-time harian untuk menentukan komoditas yang perlu diintervensi,” ujar Danny. (rhm)
