MAKASSAR, BKM — Sebuah video berisi perundungan oleh siswa SMP terhadap pelajar lainnya di Kota Makassar viral di media sosial. Tampak seorang siswa mengenakan seragam sekolah dikelilingi sejumlah siswa. Tetiba kepalanya ditendang dan dikata-katai. Ironisnya, korban merupakan seorang disabilitas dan anak yatim.
Peristiwa perundungan tersebut diketahui terjadi pada bulan Mei 2024 lalu di SMPN 4 Makassar, di Jalan Pongtiku. Namun, videonya baru viral di media sosial.
Wali Kota Mohammad Ramdhan Pomanto geram mendengar ada kejadian tersebut. Orang nomor satu Makassar itu pun langsung meningistruksikan kepada Dinas Pendidikan untuk segera menyelidiki kejadian tersebut. “Saya sudah suruh untuk diusut. Ini harus diselidiki,” ujar Danny saat dikonfirmasi, Jumat (14/6). ”Harus dikontrol baik-baik,” tegasnya.
Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar Muhyiddin Mustamin, mengaku mendapat informasi terkait kasus perundungan tersebut pada Kamis (13/6) malam sekitar pukul 22.00 Wita. “Jadi saya dihubungi beberapa orang pada Kamis malam. Termasuk beberapa teman media dan dari komunitas Persatuan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Sulsel,” ungkap Muhyiddin kepada wartawan, kemarin.
Usai menerima laporan tersebut, melalui grup WhatsApp kepala sekolah, dia meminta agar persoalan ini segera ditindaklanjuti. Termasuk melakukan klarifikasi terhadap semua yang berhubungan dengan siswa dalam video yang viral tersebut.
“Alhamdulillah, kita sudah kumpulkan guru, kepala sekolah, orang tua siswa. Termasuk dari organisasi PPDI Sulsel untuk duduk bersama membahas persoalan ini,” lanjut Muhyiddin.
Dari pertemuan tersebut terungkap jika peristiwa perundungan itu tidak diketahui oleh pihak sekolah. “Jadi nanti videonya viral baru ketahuan. Setelah diklarifikasi, peristiwa tersebut ternyata terjadi sudah sebulan yang lalu,” ungkap mantan Kepala Dinas Sosial Kota Makassar itu.
Muhyiddin mengatakan, pihaknya juga sudah mengunjungi rumah korban untuk berbicara langsung dengan korban dan orang tuanya. Untuk menghilangkan trauma sang siswa, dia juga meminta pendampingan dari Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A).
“Kami kasih semangat kepada korban agar tetap bersekolah. Jangan sampai karena adanya perisitiwa itu, dia sudah tidak mau sekolah lagi,” tutur Muhyiddin.
Dia menambahkan, Disdik juga punya rencana akan menjadikan korban sebagai Duta Antiperundungan. “Komitmen kami juga, Insyaallah kami akan berencana menjadikan anak ini sebagai duta,” jelasnya.
Dia berharap korban tidak trauma karena menghadapi persoalan ini sehingga tetap mau sekolah. “Kami mau korban tetap sekolah. Harus sekolah. Apalagi yang bersangkutan punya prestasi. Dia itu pernah ikut stand up comedy mewakili Makassar,” katanya.
Muhyiddin pun berjanji akan mengawal persoalan ini hingga tuntas. Bukan hanya korban, para pelaku juga harus tetap sekolah karena mengacu pada program Wali Kota Makassar, semua anak harus sekolah.
Namun, para pelaku tetap harus diproses oleh pihak sekolah sesuai dengan aturan yang berlaku. “Soal sanksi bagi para pelaku, kami berikan sepenuhnya kepada pihak sekolah,” tegas Muhyiddin. (rhm)
