BARRU, BKM — Seorang wanita paruh baya yang akrab disapa Bunda Fatma ditemukan dalam kondisi tewas di salah satu warung di Desa Binuang Kecamatan Balusu Kabupaten Barru, Selasa (18/6) pagi.
Saat ditemukan mayat korban tanpa identitas, hanya dikenali kalau almarhumah biasa dipanggil Bunda Fatma. Ada informasi yang beredar jika wanita ini berasal dari Luwuk Banggai.
Salah seorang saksi yang mengaku kenal dengan Bunda Fatma bernama Fatimang. Polisi bisa mengorek informasi bahwa Bunda Fatma ini sudah lama berada di warung tersebut, setelah warung tersebut telah dikontrak sendiri. Hanya saja dia juga kerap pindah dari warung ke warung di wilayah Barru.
Fatimang menurutkan Bunda telah dikenalnya sejak kecil. Saat itu Bunda sering dulu dikenalkan melalui Ibunya ketika masih tinggal di Parepare.
Kenalan Bunda Fatma ini hanya memperkirakan kalau meninggal karena kemungkian ada penyakit yang diderita. “Saya juga tidak tahu lagi apakah masih ada sanak keluarganya di Luwuk Banggai,” ujar Fatimang dihadapan Aparat Polsek Balusu.
Kapolsek Balusu, Ipda Iqmal yang dihubungi membenarkan adanya penemuan mayat tanpa identitas ini. Kondisi mayat setelah diperiksa pihak Puskesmas Madello dan RSUD Barru tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan.
“Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara dari pihak Puskesmas dan RSUD, Almarhumah meninggal dalam kondisi wajar karena tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan,” ucap Iqmal.
Kapolsek berpangkat Ipda ini juga menyatakan jika pihaknya sudah berusaha menghubungi pihak keluarga. Hanya saja belum memperoleh informasi pasti. Apakah jenazah ini akan diambil pihak keluarganya atau bagaimana. “Tetapi kami sudah berkoordinasi dengan Ibu Camat Balusu jika suatu waktu pihak keluarga menyerahkan kepada kita untuk segera dikuburkan saja di Balusu,” pungkasnya.
Kehidupan Bunda Fatma begitu biasa ia disapa kerap berpindah-pindah warung. Hanya saja saat ditemukan dalam kondisi sudah meninggal dunia, ternyata terbujur kaku di warung kontrakannya sendiri di desa Binuang. (udi/C)

